TP PKK Lumajang Tekankan Teamwork dan Tata Kelola PAUD, Ini Harapan Dewi Natalia
Ketua TP PKK Lumajang Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma memberikan pembinaan kepada guru PAUD binaan TP PKK Kabupaten Lumajang.-Agus Sucipto-
LUMAJANG, MEMORANDUM.CO.ID – Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang Dewi Natalia Yudha Adji Kusuma menekankan pentingnya teamwork dan tata kelola kelembagaan dalam memperkuat kualitas layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Selasa 6 Oktober 2026.
Pesan tersebut disampaikan Dewi Natalia saat memberikan pembinaan kepada guru PAUD binaan TP PKK Kabupaten Lumajang bertema “Penguatan Teamwork dan Tata Kelola Kelembagaan” di Wisata PG Jatiroto.

Mini kidi--
Dewi Natalia mengatakan kualitas layanan PAUD tidak hanya ditentukan kemampuan guru dalam pembelajaran, tetapi juga membutuhkan kerja sama, komunikasi, dan pembagian peran yang jelas.
BACA JUGA:Lomba Bazar HUT Ke-80 RI di Kelurahan Tompokersan Dihadiri Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang
“Ketika semua dapat berkomunikasi, saling percaya, saling mendukung, dan memiliki tujuan yang sama, maka sebuah tim akan menjadi lebih ringan dalam menjalankan tanggung jawab,” jelasnya.
Menurut Dewi Natalia, guru PAUD memiliki peran lebih luas daripada sekadar mengajar. Mereka juga menjadi pendamping, teladan, pengasuh, sekaligus pembentuk karakter anak.
BACA JUGA:Ketua TP PKK Kabupaten Lumajang Hadiri Pekan ASI Sedunia di Halaman Dinkes P2KB
“Pengelolaan PAUD tidak dapat berjalan sendiri. Kita perlu membangun sinergi agar berbagai persoalan dapat diselesaikan bersama dan setiap potensi dapat dikembangkan secara optimal,” katanya.
Ia berharap hasil pembinaan dapat diterapkan dalam aktivitas di masing-masing lembaga, mulai komunikasi, pembagian tugas hingga penyelesaian persoalan.
BACA JUGA:Buka Gebyar PAUD 2026, Bunda PAUD Lumajang Tekankan Pentingnya Kolaborasi
“Teamwork bukan sekadar bekerja bersama, tetapi bagaimana kita saling memahami peran, saling membantu, dan memiliki tujuan yang sama,” ujarnya.
Selain kerja sama tim, Dewi Natalia mendorong lembaga PAUD membenahi tata kelola kelembagaan. Pengelolaan yang tertib dinilai penting agar layanan pendidikan tidak sekadar berjalan berdasarkan rutinitas.
“Kita tidak ingin lembaga PAUD hanya berjalan karena rutinitas. Kita ingin PAUD memiliki tata kelola yang tertib, administrasi yang baik, pembagian tugas yang jelas, komunikasi yang efektif, serta pelayanan pendidikan yang berkualitas,” tegasnya.
Sumber:









