Koko menggeleng. “Belum.”
“Masih nunggu Dira?”
BACA JUGA:Cinta yang Kalah oleh Waktu (3): Saat Cinta Tak Cukup Melawan Kerasnya Realita Hidup
“Gak.”
“Terus?”
Koko tersenyum tipis. “Aku lagi belajar jadi orang yang lebih baik dulu. Dulu aku kehilangan orang yang aku sayang karena belum siap. Aku gak mau nanti mengulang kesalahan yang sama.”
Pertemuan tak sengaja itu terjadi di ruas jalan biasa.
“Koko?”
Koko menoleh cepat. “Dira?”
“Kamu sehat?” tanya Dira, gemetar.
“Alhamdulillah. Kamu?”
“Baik.”
Dira menembus batas aman. “Ko, kamu sekarang sudah punya pacar?”
Koko menggeleng. “Belum.”
“Kenapa?”
“Lagi fokus kerja.”