Kabar tentang runtuhnya hubungan Dira sampai ke telinga Koko lewat sodokan stik biliar Ilham.
“Ko, sudah dengar kabar Dira?”
BACA JUGA:Cinta yang Kalah oleh Waktu (1): Cinta yang Tumbuh di Antara Serbuk Kayu
Koko menghentikan bidikannya. “Kabar apa?”
“Katanya sudah putus sama cowok yang dikenalin keluarganya.”
Mini kidi--
Koko menoleh, sorot matanya menyendu. “Kenapa?”
“Katanya Dira belum bisa lupain kamu.”ucap Ilham
“Masih sayang?” tanya Ilham lagi.
Koko menyunggingkan senyum pahit. “Kalau aku bilang sudah gak sayang, aku bohong, Ham.”
“Terus kenapa gak coba balik?”
BACA JUGA:Cinta yang Kalah oleh Waktu (2): Antara Janji dan Palu Sidang sebelum Lebaran
Koko meletakkan stik biliarnya ke atas meja. “Balik buat apa kalau aku masih belum siap? Aku gak mau datang lagi ke hidupnya cuma buat ngulang cerita yang sama.”
“Masalahnya, Ham, aku gak bisa minta Dira menunggu sampai aku jadi orang yang siap.”
Suatu ketika Ilham sempat bertanya, “Ko, kamu gak pengin cari pacar lagi?”