Selebgram Jule Terseret
Perhatian publik terhadap etomidate kembali meningkat setelah polisi mengungkap kasus penyalahgunaan vape yang menyeret selebgram Julia Prastini alias Jule pada September 2026.
BACA JUGA:Benarkan Vape Lebih Aman dari Rokok? Ini Penjelasannya
Kasus tersebut bermula dari pengungkapan peredaran vape yang diduga mengandung etomidate. Polisi kemudian mengembangkan penyelidikan hingga mengamankan Jule di sebuah apartemen di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.
Dari lokasi tersebut, polisi menyita empat cartridge vape. Tiga cartridge disebut telah habis digunakan, sedangkan satu lainnya masih berisi zat yang diduga mengandung etomidate.
BACA JUGA:YLPK Jawa Timur Desak Pengawasan Hulu Terkait Darurat Vape Narkotika yang Sasar Anak Muda Surabaya
Polisi juga menyatakan hasil pemeriksaan urine Jule positif mengandung etomidate.
Dalam perkara tersebut, polisi menetapkan sejumlah tersangka yang diduga terkait dengan jaringan peredaran vape mengandung etomidate. Sementara Jule ditempatkan dalam program rehabilitasi sesuai proses hukum yang berjalan.
Kasus tersebut membuat nama etomidate semakin dikenal masyarakat.
BACA JUGA:Darurat Vape Narkotika, Ancaman di Balik Tren Rokok Elektrik
Namun, perkara ini tidak hanya berbicara mengenai seorang pengguna.
Lebih jauh, kasus tersebut membuka pertanyaan mengenai bagaimana obat anestesi dapat masuk ke dalam cairan vape dan beredar di luar jalur medis.
Ancaman yang Sulit Terlihat
Etomidate memiliki karakter berbeda dengan narkotika yang selama ini lebih mudah dikenali masyarakat.
Zat tersebut dapat hadir melalui perangkat yang sudah akrab dalam kehidupan sehari-hari.
Perangkatnya vape.