BLITAR, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kantor Imigrasi Kelas II Non TPI Blitar membukukan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) Rp12.414.150.000 dari layanan keimigrasian selama Januari hingga Agustus 2026, Kamis 3 September 2026.
Kepala Kantor Imigrasi Blitar Aditya Nursanto mengatakan capaian tersebut menjadi bagian dari kinerja pelayanan keimigrasian selama delapan bulan pertama 2026.
“Kami terus berupaya memberikan pelayanan yang mudah dan dapat diakses masyarakat,” ujar Aditya.
BACA JUGA:Imigrasi Blitar Tambah Tiga Desa Binaan untuk Cegah TPPO dan TPPM
Dia menjelaskan, dari 21.227 permohonan dokumen perjalanan, sebanyak 13.044 merupakan permohonan paspor baru dan 8.183 penggantian paspor.
Mini kidi--
Berdasarkan tujuan, wisata menjadi yang terbanyak dengan 44,6 persen, disusul bekerja sebagai TKI 24,3 persen dan umrah 20,7 persen. Sementara permohonan bekerja formal mencapai 5,3 persen, belajar 4,1 persen, haji 3,8 persen, dan berobat 0,2 persen.
Untuk memperluas akses pelayanan, Imigrasi Blitar juga menjalankan Pasporia sebanyak lima kali dan Eazy Paspor sebanyak 12 kali hingga Agustus 2026.
“Selain pelayanan reguler, kami juga terus menghadirkan layanan yang memberikan kemudahan bagi masyarakat, termasuk melalui Pasporia dan Eazy Paspor,” kata Aditya.
Di bidang pengawasan, Imigrasi Blitar mencatat satu tindakan administratif keimigrasian terhadap warga negara Ukraina yang mengalami overstay dan berstatus stateless.
BACA JUGA:Mudahkan Layanan, Imigrasi Blitar Buka Layanan Pasporia, Pemohon Bisa Urus Paspor di Hari Libur
Pengawasan orang asing juga dilakukan melalui Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) di wilayah Kota dan Kabupaten Blitar.
Selain pelayanan keimigrasian, sejumlah program aksi turut dijalankan, mulai dari enam desa binaan dan Imigrasi Masuk Desa, pencegahan TPPO/TPPM, bakti sosial, hingga pemeriksaan kesehatan gratis.
Pada sektor ketahanan pangan, Koperasi Sumekarmas berkolaborasi dengan MD Farm melalui penitipan 200 ayam petelur yang menghasilkan sekitar 10 kilogram telur per hari.
Program selama satu bulan tersebut menghasilkan keuntungan Rp1,8 juta, dengan pembagian 70 persen untuk Koperasi Sumekarmas dan 30 persen untuk MD Farm.