Sumur Warga Mengering, 50 Desa di Trenggalek Dilanda Kesulitan Air Bersih
BPBD menyalurkan air bersih kepada warga terdampak kekeringan di Trenggalek.-Abdul Aziz-
TRENGGALEK, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kemarau yang belum berakhir membuat sedikitnya 50 desa di 12 kecamatan di Kabupaten Trenggalek mulai kesulitan mendapatkan air bersih, setelah debit sumur warga terus menurun.
BACA JUGA:DPRD Trenggalek Sahkan Perubahan APBD 2026, Desak Pemkab Percepat Pembangunan
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek, puluhan desa tersebut tersebar di sejumlah wilayah yang setiap musim kemarau menjadi kantong-kantong kekeringan.

Mini kidi--
"Untuk mengatasi kesulitan air bersih, kami rutin droping air bersih. Bukan hanya Pemkab Trenggalek, sejumlah organisasi hingga komunitas juga gotong royong menyalurkan air bersih," kata Kepala BPBD Kabupaten Trenggalek Stefanus Triadi Atmono, Minggu 27 September 2026.
Menurut Stefanus, salah satu wilayah yang terus mendapatkan distribusi air bersih adalah Kecamatan Panggul.
BACA JUGA:OJK-Pemkab Trenggalek Dorong Budaya Menabung Pelajar melalui Program KEJAR dan Sangu Sampah
Wilayah di bagian selatan Trenggalek tersebut menjadi salah satu sasaran penyaluran karena terdapat banyak titik yang mengalami kesulitan air.
Kondisi geografis sebagian wilayah Panggul yang berupa perbukitan turut membuat pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi tantangan.
BACA JUGA:Hari Jadi Ke-832 Trenggalek Bertema Hambeging Bumi, Rombongan Bupati Kompak Jalan Tanpa Alas Kaki
Truk tangki pun hampir setiap hari keluar-masuk wilayah tersebut untuk menyalurkan air kepada warga.
BACA JUGA:Jalan Krandekan Rusak, Bupati Trenggalek Pastikan Segera Diperbaiki
Dalam sekali distribusi, satu truk tangki membawa sekitar 4.000 hingga 5.000 liter air. Dalam sehari, aktivitas truk tangki untuk penyaluran air dapat mencapai 15 kali perjalanan.
Air bersih disalurkan menggunakan truk tangki dan kemudian ditampung di tandon yang telah disiapkan untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.
Sumber:







