pupuk
iklan ulta memorandum

Jangan Anggap Remeh Asap

Jangan Anggap Remeh Asap

Ilustrasi bahaya asap terhadap kesehatan manusia.--

Asap sering kita anggap sebagai bagian yang biasa dari kehidupan sehari-hari. Ada Asap dari pembakaran, ada yang mengepul dari lahan dan hutan, ada pula dari kebakaran bangunan, kendaraan, maupun aktivitas industri.

Padahal, di balik warna kelabu dan bau menyengat itu, tersimpan ancaman yang tidak selalu tampak oleh mata. Asap bukan sekadar membuat mata perih atau pakaian berbau. Ia dapat membawa partikel sangat halus, gas beracun, dan beragam zat hasil pembakaran yang masuk ke tubuh melalui saluran napas. Partikel halus, terutama PM2,5, berukuran sangat kecil sehingga dapat menembus paru-paru. Bahkan dapat masuk ke aliran darah. Jadi, paparan asap tidak hanya berkaitan dengan batuk dan sesak, tetapi juga dapat memperberat gangguan jantung dan pembuluh darah.

Ternyata, membakar sampah bukan solusi. Sampah plastik, karet, kain sintetis, sisa bahan kimia rumah tangga yang dibakar dapat menghasilkan zat berbahaya. Asapnya yang hanya mengepul beberapa saat, membawa dampak  buruk bagi kesehatan anak-anak, orang lanjut usia, ibu hamil, dan warga dengan asma.Gangguan dapat dimulai dari keluhan ringan, seperti mata merah dan berair, hidung tersumbat, tenggorokan gatal, suara serak, batuk, sakit kepala, mual, rasa lelah.

Pada paparan yang lebih berat, seseorang dapat mengalami napas berbunyi, sesak, nyeri dada, pusing hebat, hingga serangan asma. Bagi penderita asma, penyakit paru obstruktif kronis, penyakit jantung, diabetes, wanita hamil, asap merupakan ancaman yang harus diwaspadai lebih serius. Anak-anak juga termasuk kelompok rentan karena paru-parunya masih berkembang dan frekuensi napasnya lebih cepat dibandingkan dengan orang dewasa.

BACA JUGA:Cerita tentang Beras


Mini kidi--

Lalu, apa yang dapat kita lakukan? Yang utama adalah menghindari sumber asap dari bakaran sampah. Pilah sampah rumah tangga, manfaatkan pengomposan untuk sampah organik, dan salurkan sampah anorganik melalui sistem pengelolaan yang tersedia. Kurangi aktivitas di luar rumah, tutup pintu dan jendela, aturlah sirkulasi udara dalam ruangan bila memungkinkan.

Penting, gunakan masker yang mampu menyaring partikel halus, seperti respirator N95 atau masker sejenis yang dipakai dengan pas. Masker kain biasa dapat membantu mengurangi paparan debu kasar, tetapi perlindungannya terhadap partikel sangat halus jauh lebih terbatas. Upayakan ada ruang berudara bersih di rumah, terutama bagi anggota keluarga yang rentan. Bila tersedia, gunakan pembersih udara dengan penyaring yang sesuai. Hindari polusi tambahan, seperti merokok, membakar dupa berlebihan, atau memasak tanpa ventilasi yang baik. Bila keluhan memburuk, seperti pingsan, bibir pucat, lemas, segera mencari pertolongan.  Penderita asma dan penyakit paru perlu mengikuti rencana pengobatan dari dokter serta memastikan obat rutinnya tersedia.

Cairan dan Makanan Bergizi 

Kecukupan kebutuhan cairan dan makanan bergizi tidak dapat diabaikan, juga dengan mempertimbangkan bahan alam sebagai bagian dari pola makan sehat. Kandungan yang bekerja sebagai antioksidan dan antiradang pada bahan alam, seperti vitamin A, E dan C, melindungi sistem pertahanan tubuh terhadap stres akibat polusi. Jambu biji, jeruk, pepaya kaya akan kandungan vitamin C  yang penting untuk menjaga kesehatan sel. Dan, kecukupan vitamin C berkaitan erat dengan kesehatan sistem pernapasan. 

BACA JUGA:Makan Siang Bukan Sekadar Penghilang Lapar


Gempur Rokok Illegal--

Studi membuktikan, kecukupan makanan kaya vitamin A, E, mineral magnesium dan zinc berkaitan erat dengan menurunnya gangguan akibat partikel halus asap dan gangguan saluran napas. Sumber vitamin A antara lain adalah daun kelor, tomat, wortel, labu kuning, bayam.  Kandungan kurkuminoid pada kunyit bekerja sebagai  antioksidan dan modulator inflamasi. Minuman hangat wedang jahe membantu membuat tenggorokan  terasa nyaman. 

Marilah kita makin sadar akan bahaya asap. Tidak membakar sampah adalah bentuk kepedulian kepada paru-paru, anak-anak, dan masa depan lingkungan kita. Berhentilah membakar untuk kebersihan udara, karena setiap tarikan napas yang sehat adalah hak kita bersama. (Dari berbagai sumber). 

Sumber: