Dari Cinta Palsu hingga Hadiah Fiktif, Begini Modus Sindikat Love Scamming

Kamis 20-08-2026,13:15 WIB
Reporter : Jaka Santanu Wijaya
Editor : Fatkhul Aziz

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID — Jangan mudah percaya ketika seseorang tiba-tiba hadir melalui media sosial, mengaku tertarik, lalu perlahan membangun kedekatan. Di balik foto profil menarik dan percakapan yang intens, bisa saja ada jaringan penipu yang sedang menjalankan skenario untuk menguras uang korban.

Modus tersebut dikenal sebagai love scamming. Kasus yang kini ditangani Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya menjadi gambaran bagaimana penipuan berkedok hubungan asmara bisa dijalankan secara terorganisasi dan melibatkan puluhan orang.

Sebanyak 46 tersangka diserahkan penyidik Satreskrim Polrestabes Surabaya kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam tahap II, Rabu 19 Agustus 2026.

BACA JUGA:46 Tersangka Sindikat Love Scamming Internasional Dilimpahkan ke Kejari Surabaya

Puluhan tersangka itu terdiri dari tiga warga negara Indonesia (WNI), 32 warga negara Tiongkok, empat warga negara Jepang, dan tujuh warga negara Taiwan.


Mini kidi--

Dalam jaringan tersebut, para pelaku tidak bekerja sendiri. Masing-masing memiliki tugas, mulai mencari calon korban atau profiling, menjalankan komunikasi, hingga menangani kebutuhan teknis.

Dengan pola seperti itu, korban sebenarnya tidak sedang berkomunikasi dengan satu orang yang kebetulan melakukan penipuan. Percakapan yang terlihat begitu personal di layar ponsel bisa saja merupakan bagian dari pekerjaan sebuah jaringan.

Modus biasanya diawali dengan pembuatan identitas palsu di aplikasi kencan maupun media sosial. Pelaku kemudian mencari target dan mulai menjalin komunikasi.

BACA JUGA:Polri Perkuat Kapasitas Personel Hadapi Ancaman Love Scamming di Era Digital

Percakapan dilakukan secara intens. Tujuannya sederhana, yakni membangun rasa percaya dan kedekatan emosional.

Setelah korban mulai merasa nyaman, pelaku perlahan memainkan perasaan tersebut. Berbagai alasan kemudian dimunculkan untuk meminta uang.

Ada yang mengaku sedang mengalami masalah kesehatan, membutuhkan bantuan karena keadaan darurat, menawarkan investasi dengan keuntungan menggiurkan, hingga mengabarkan bahwa korban mendapatkan hadiah.

BACA JUGA:Cegah Bullying dan Love Scamming, Kapolsek Balongbendo Edukasi Bijak Bermedia Sosial ke Pelajar SMP

Salah satu pola yang pernah diungkap Ditres Siber Polda Jatim bahkan menggunakan modus hadiah ulang tahun.

Kategori :