PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) membuat kawanan monyet liar kekurangan pakan hingga turun ke pinggir jalan dan diberi makan warga Tengger, Rabu 11 Agustus 2026.
Kondisi tersebut terjadi akibat minimnya pakan di habitat asli kawanan monyet liar setelah kawasan terdampak kebakaran.
Kondisi itu menggerakkan kepedulian warga lokal suku Tengger, salah satunya Sujono (50), warga Desa Ngadisari, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
Secara swadaya, Sujono yang mengendarai sepeda motor membawa sisa buah pisang untuk dibagikan kepada kawanan monyet liar di kawasan Dingklik, Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
BACA JUGA:Tim Gabungan Padamkan Karhutla di Kawasan Dingklik Bromo Pasuruan
Mini kidi--
Ia mengaku tergerak hatinya karena merasa iba melihat satwa-satwa tersebut kehilangan sumber makanan setelah habitatnya terbakar.
"Ini ngasih makan monyet. Kebetulan ada sisa-sisa pisang. Karena tempatnya sudah terbakar, minimal ya kasihan, mas. Makanan di habitatnya sudah habis terbakar semua," ujar Sujono saat ditemui di lokasi.
Pisang yang dibagikannya merupakan buah sisa dari perayaan tradisi Hari Raya Karo masyarakat Tengger. Daripada terbuang sia-sia, ia memilih memanfaatkan sisa buah tersebut untuk menolong satwa liar yang kelaparan.
BACA JUGA:Amuk Api Bromo, Wisata Ditutup Total
Gempur Rokok Illegal--
"Saya warga sini (Ngadisari). Habis Hari Raya Karo kan masih ada sisa pisang, ya saya berikan saja ke monyet-monyet ini. Lahan-lahannya dan sumber makanannya sudah terbakar semua," ungkapnya.
Melalui aksi sederhana ini, Sujono berharap kawasan TNBTS yang terdampak karhutla dapat segera pulih. Dengan demikian, satwa liar dapat kembali mendapatkan pasokan makanan secara mandiri dari alam.
"Semoga apinya segera padam dan kawasan yang terbakar bisa kembali hijau. Agar monyet-monyet ini bisa kembali mendapatkan makanan di habitatnya," pungkasnya. (kd/mh)