pupuk
iklan ulta memorandum

312 Siswa SRT 2 Pasuruan Dipulangkan, Sekolah Bantah Terpapar Influenza A

312 Siswa SRT 2 Pasuruan Dipulangkan, Sekolah Bantah Terpapar Influenza A

Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Pasuruan.--

PASURUAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Sebanyak 312 siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT 2) Kota PASURUAN sempat dipulangkan ke rumah masing-masing setelah influenza merebak di lingkungan sekolah dan asrama. Kebijakan tersebut diambil pihak sekolah untuk mencegah penyebaran influenza yang lebih luas.

Kepala SRT 2 Kota Pasuruan Yuli Prihatini membenarkan pemulangan tersebut, namun memastikan influenza yang menyerang para siswa merupakan influenza biasa dan bukan Influenza A.

"Iya, memang saat influenza merebak itu ratusan siswa dipulangkan. Itu influenza biasa, bukan Influenza A," ujar Yuli saat dikonfirmasi, Selasa 29 September 2026.

Selama masa libur darurat yang berlangsung lima hari, pihak sekolah melakukan sterilisasi seluruh fasilitas di area sekolah dan asrama, mulai ruang kelas, fasilitas tempat tinggal siswa, dapur, hingga ruang pertemuan.

BACA JUGA:Rehabilitasi 180 Pecandu, BNNK Pasuruan: Ada Narkoba Jenis Baru yang Beredar


Mini kidi--

Selain pembersihan fisik secara intensif, tim kebersihan sekolah juga melakukan penyemprotan cairan disinfektan di berbagai sudut ruangan untuk memastikan lingkungan steril sebelum kembali ditempati.

"Selama lima hari itu kami melakukan sterilisasi sekolah, seluruh tempat dibersihkan dan dilakukan penyemprotan disinfektan," jelasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, 312 siswa asrama dan reguler yang terdampak kebijakan tersebut terdiri atas 48 siswa tingkat Sekolah Dasar (SD), 163 siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta 101 siswa tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA).

BACA JUGA:Kasus Influenza A pada Anak Meningkat, Pakar UNAIR Ingatkan Risiko Pneumonia


Gempur Rokok Illegal--

Kini, seluruh rangkaian sterilisasi telah rampung dilaksanakan dan seluruh siswa telah kembali ke kompleks SRT 2 Kota Pasuruan untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dengan normal.

"Sekarang sudah selesai. Siswa sudah kembali dan belajar normal," pungkas Yuli Prihatini. (kd/mh)

 

Sumber: