Suara di ujung telepon mendadak bisu. Tomi tak mampu lagi bersilat lidah.
BACA JUGA:Suamiku Tergoda Janda Kaya (6): Penyesalan Terlambat dan Karma Sang Lelaki Kufur
Mini kidi--
Belum sempat luka di dada Dinda mengering, sebuah notifikasi pesan baru kembali bergetar di layar ponselnya. Kali ini dari Sinta.
Mbak Dinda... Saya rasa kita harus bertemu. Karena ternyata, kita berdua sama-sama tak tahu kalau ada wanita lain lagi bernama Nanda.
Seketika itu juga, dinginnya malam merasuk hingga ke tulang hitam Dinda. Pandangannya menggelap. Kedok Tomi kini telah terkuak sepenuhnya. Lelaki itu tidak cuma pandai berbohong, tapi ia adalah seorang pemangsa yang mahir membuat setiap wanita merasa menjadi satu-satunya pemilik cintanya...
...padahal pada kenyataannya, tak satu pun dari mereka yang benar-benar dicintainya. (atp/rdh/fer/bersambung)