Di dalam kamar yang remang-remang, Dinda sedang asik rebahan menatap layar ponselnya, namun sebelum memejamkan mata, ia disuguhkan sebuah unggahan video TikTok berdurasi pendek yang mendadak melintas.
Degup jantung Dinda mendadak terhenti. Darahnya berdesir hebat. Di balik keremangan layar, terpampang bayangan sesosok pria yang amat ia kenali.
Pria itu tampak mengumbar senyum mesra bersama wanita lain bernama Nanda. Foto demi foto berganti: momen liburan, perayaan ulang tahun, hingga detik-detik pergantian tahun baru.
Setiap jejak digital itu menjadi saksi bisu betapa rapi sandiwara yang dimainkan kekasihnya selama bertahun-tahun.
Dengan jemari yang gemetar hebat dan air mata yang ditahan di sudut mata, Dinda menelusuri akun Instagram milik wanita bernama Nanda itu.
BACA JUGA:Tak Pernah Cukup dengan Satu Wanita (1): Pesona Lelaki dalam Sangkar Dusta
Meski wajah sang pria kerap tersembunyi, Dinda tak bisa dibodohi. Jam tangan itu, jaket kesayangannya, hingga cincin di jarinya... Semuanya adalah milik Tomi!
Gempur Rokok Illegal--
Dunia Dinda rasanya runtuh seketika. Selama lima tahun ini, ia merasa menjadi wanita paling beruntung di dunia, tanpa pernah menyadari bahwa ia hanyalah salah satu wayang dalam panggung sandiwara Tomi.
Malam itu tak ada raungan tangis terisak. Dinda hanya menekan tombol layar, mengambil tangkapan layar, lalu mengirimkannya pada Tomi dengan satu pertanyaan singkat namun menghujam jiwa:
Ini siapa?
Hanya dalam hitungan menit, nada dering ponselnya memecah keheningan malam. Suara Tomi di ujung telepon terdengar panik dan terbata-bata.
Dinda, aku bisa jelaskan... Ini tidak seperti yang kamu bayangkan!
Dinda tertawa sumbang, sebuah senyuman pahit yang sarat akan rasa jijik.
Lima tahun foto mesra bersama... Lima tahun video kenangan... Lima tahun ucapan manis tiap ulang tahun... Masih kurang bukti apa lagi, Tomi? Haruskah aku tetap menjadi wanita bodoh?