Tak Pernah Cukup dengan Satu Wanita (1): Pesona Lelaki dalam Sangkar Dusta
ilustrasi sejuta kisah rumah tangga tentang pesona lelaki.--
Di balik keheningan malam yang sunyi, asmara sering kali menyimpan duri. Seperti halnya kisah asmara Tomi. Tomi adalah tipe lelaki yang dilahirkan dengan sejuta pesona di lidahnya.
Tatap matanya yang hangat, belaian tangannya yang lembut, serta tutur katanya yang senantiasa membuai, mampu meruntuhkan benteng pertahanan hati wanita mana pun. Hal itu yang dirasakan Dinda, Tomi adalah samudra tempatnya berlabuh, pangeran impian yang telah bertakhta di hatinya selama hampir lima tahun.
Dinda merasa beningnya cinta itu. Ia teguh meyakini, Tomi adalah muara akhir perjalanan hidupnya. Cincin pertunangan mulai digagas, Restu keluarga pun telah mengalir tenang bagai air. Namun, di balik senyum tampan dan janji-janji manis Tomi, tersembunyi sebuah teka-teki beracun.
BACA JUGA:Wasiat Terakhir Mertua (6): Sebuah Pengorbanan yang Tak Terucap

Gempur Rokok Illegal--
Dinda tak pernah tahu, di balik bayang-bayang ikatan mereka, Tomi tengah merajut benang-benang asmara dengan wanita lain. Di tempat lain, ada Sinta—wanita lain yang juga terjerat dalam pesona pangeran berhati racun itu.
Berbeda dengan Dinda, Sinta tahu betul kebusukan Tomi. Ia paham benar betapa sulitnya lelaki itu menggenggam komitmen. Bahkan, dengan angkuhnya Tomi pernah berbisik: “Aku memang belum bisa cuma sama satu perempuan...”
BACA JUGA:Wasiat Terakhir Mertua (5): Jejak Dosa di Balik Buku Harian
Kalimat tajam itu harusnya bagai sebati duri yang merobek dada, sebuah firasat agar Sinta segera angkat kaki. Namun, cinta yang buta dan ketololan hatinya membuat Sinta tetap bertahan. Sinta dibuai harapan palsu bahwa suatu hari nanti, ketulusannya sanggup merubah petualang cinta itu. Betapa malang, harapan sering kali hanyalah racun berbalut madu. (atp/rdh/fer/bersambung)
Sumber:



