Pemkot Madiun Luncurkan Program Pilah Sampah dari Rumah, Langkah Awal Menuju Zero Waste 2027

Sabtu 01-08-2026,17:35 WIB
Reporter : Moch. Adi Saputro
Editor : Mochamad Syaifudin

MADIUN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun meluncurkan program pilah sampah dari rumah sebagai langkah strategis mengatasi status darurat sampah sekaligus mewujudkan target Zero Waste 2027 dalam Festival Madiun Hijau di Pahlawan Street Center (PSC), Jumat, 31 Juli 2026.

Peluncuran program tersebut menjadi titik awal perubahan pola pengelolaan sampah di tingkat rumah tangga.

Pemkot Madiun berharap masyarakat mulai membiasakan memilah sampah sejak dari sumbernya agar volume sampah yang masuk ke tempat pemrosesan akhir (TPA) dapat ditekan secara signifikan.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya baru dalam pengelolaan sampah.

"Melalui giat ini kami ingin campaign, ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa Pemerintah Kota Madiun ingin mengubah sebuah budaya yaitu bagaimana membuang sampah dari rumah dengan cara memilah," katanya.

BACA JUGA:KUA-PPAS 2027 Disepakati, Pengelolaan Sampah dan Penguatan Ekonomi Jadi Prioritas Pemkot Madiun


Gempur Rokok Illegal--

Menurut Bagus, perubahan budaya menjadi kunci utama keberhasilan pengelolaan sampah. Karena itu, masyarakat didorong memisahkan sampah organik, anorganik, serta sampah yang masih memiliki nilai ekonomi sehingga dapat didaur ulang maupun dimanfaatkan kembali.

Bagus optimistis gerakan tersebut akan menjadi fondasi menuju target Zero Waste Kota Madiun pada 2027.

"Sampah bukan hanya urusan pemerintah, bukan hanya urusan DLH. Tetapi tanggung jawab kita semua. Karena itu, pemerintah mengajak semuanya mulai ketua RT, ketua RW, dan semua yang berkaitan dengan urusan sampah untuk menyukseskan program ini," tegasnya.

BACA JUGA:Atasi Darurat Sampah, Pemkot Madiun Perkuat Gerakan Pilah Sampah dari Rumah

Untuk mendukung implementasi program, Pemkot Madiun menyiapkan anggaran Rp 10 juta bagi setiap RT. Dana tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana sekaligus operasional kegiatan pemilahan serta pengolahan sampah di lingkungan masing-masing.

"Nanti tanggal 5 Agustus akan dilakukan penandatanganan MoU yang Rp 10 juta itu. Teknisnya nanti akan didampingi Pendekar Hijau yang juga baru saja kita bentuk. Kelurahan juga akan selalu mendampingi," ungkapnya.

Selain dukungan anggaran, pemkot juga menyiapkan sistem pengawasan berbasis digital. Setiap RT nantinya akan melaporkan perkembangan pelaksanaan program melalui aplikasi khusus yang disiapkan pemerintah sehingga proses pengurangan sampah dapat dipantau secara berkala.

Bagus menegaskan, keberhasilan program tersebut hanya dapat dicapai melalui kolaborasi seluruh elemen masyarakat. "Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Karenanya, mohon kerja samanya agar program ini berjalan optimal," pungkasnya. (adv)

 

 
 
 
Kategori :