pupuk
iklan ulta memorandum

Emak-Emak Tambora Lamongan Protes Krisis Air, Developer Diminta Penuhi Kesepakatan

 Emak-Emak Tambora Lamongan Protes Krisis Air, Developer Diminta Penuhi Kesepakatan

Ratusan warga Paguyuban Emak-Emak menggelar aksi protes di Kantor Perumahan Planet Green Tambora, Lamongan.--

LAMONGAN, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Ratusan warga Perumahan Planet Green Tambora, LAMONGAN, menggelar aksi protes dengan melakukan longmarch menuju Kantor Pemasaran Tambora, Sabtu 26 September 2026. Mereka menuntut penyelesaian krisis air bersih dan sejumlah persoalan fasilitas perumahan. 

Aksi yang dilakukan Paguyuban Emak-Emak tersebut dimulai dari Masjid Raya Al Kautsar menuju Kantor Pemasaran Tambora dan sempat tertunda dari jadwal semula pada Jumat 25 September 2026.

Aksi dipicu krisis air bersih yang berlangsung menahun dan persoalan pasokan air selama dua bulan terakhir, dengan warga membentangkan spanduk bertuliskan "AIR BERSIH HAK DASAR!" serta meneriakkan yel-yel "Air Untuk Semua!".

Koordinator Warga Perumahan Planet Green Tambora, Nusa Indah, mengatakan warga kesal karena pasokan air yang digilir tidak merata sehingga harus menunggu hingga malam untuk mendapatkan air.

"Kita butuh air setiap hari, bukan giliran! Masa malam disuruh menunggu air seperti ngepet air, lebih baik ngepet uang bisa kaya uang!" ujar Indah.

BACA JUGA:9 Tahun Krisis Air, 300 KK Perumahan PPA Lamongan Protes ke PDAM Soal Uang Sambungan


Mini kidi--

Selain persoalan air, warga menuntut transparansi anggaran Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM), perbaikan jalan paving yang mangkrak, serta keadilan distribusi air.

"Kalau tidak bisa, kembalikan uang kami. Bangunan ini harus di-blacklist, ini sudah masuk penipuan konsumen!" tegasnya.

Merespons tuntutan tersebut, pihak developer Perumahan Tambora, H Kadimun, menyalahkan kinerja PDAM dan mengaku siap meminta kejelasan dari jajaran direksi PDAM.

"Saya mau ke PDAM Kota ketemu direktur. Harus ada kepastian lancar setahun, dua tahun, sepuluh tahun monggo ngomong, jangan PHP (Pemberi Harapan Palsu)!" ujar H. Kadimun.

Meski begitu, ia mengakui pemenuhan air untuk sekitar 950 Sambungan Rumah (SR) di perumahan tersebut belum berjalan maksimal.

BACA JUGA:Dugaan Penipuan Kaveling Luxury Village Lamongan, ASN Disomasi Rp130 Juta


Gempur Rokok Illegal--

Sumber: