Rencana Ekskul Mobile Legends Dibatalkan, ESI Surabaya Tuntut Ruang Dialog

Kamis 30-07-2026,10:31 WIB
Reporter : Arif Alfiansyah
Editor : Muhammad Ridho

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Rencana Pemkot Surabaya menganulir wacana ekstrakurikuler (ekskul) Mobile Legends di tingkat sekolah memicu reaksi keras dari Pengurus Kota Esports Indonesia (ESI) Surabaya. 

Pembatalan secara sepihak tersebut dinilai sebagai langkah mundur dalam memfasilitasi minat dan bakat generasi muda di era digital.

BACA JUGA:Rekap Mobile Legends Professional League Indonesia Season 17 Week 9, Jadi Penutup Regular Season Penuh Drama

Ketua ESI Kota Surabaya Achmad Nurdjayanto menyayangkan sikap pemkot yang tidak membuka ruang dialog sebelum mengetuk palu keputusan.

Menurutnya, sebagai induk cabang olahraga resmi, ESI seharusnya diajak duduk bersama untuk merumuskan formulasi ekskul yang ramah anak sekaligus berorientasi prestasi.

"Kami sebagai pegiat olahraga esport tentunya sangat menyesalkan keputusan tersebut. Seharusnya kami diajak duduk bersama terlebih dahulu untuk membahas konsep olahraga ini agar tetap ramah anak," kata Achmad. 

BACA JUGA:Jadwal Mobile Legends Professional League Indonesia Season 17 Week 9, Pekan Penentuan Nasib Menuju Playoffs


Gempur Rokok Illegal--

Achmad menegaskan, membendung arus perkembangan teknologi di kalangan pelajar adalah hal yang mustahil. Saat ini anak-anak dapat dengan mudah mengakses gim kapan saja dan di mana saja tanpa pengawasan. 

Kehadiran ekskul esport di sekolah justru menjadi wadah terukur untuk mengontrol serta mengarahkan kebiasaan bermain gim menjadi kegiatan positif.

"Yang seharusnya dilakukan adalah merangkul dan mengakomodasi agar menjadi wadah prestasi, dengan waktu bermain yang tepat dan bermanfaat bagi siswa," tegasnya.

BACA JUGA:Roadmap Turnamen Mobile Legends 2026, Dari M7 World Championship Jakarta hingga Asian Games Jepang

Melalui skema ekskul formal, durasi bermain siswa dapat dibatasi secara ketat oleh guru pembina maupun orang tua. 

ESI Surabaya bahkan siap menerjunkan mantan atlet dan pelatih bersertifikasi untuk mendampingi para siswa, sehingga porsi latihan tidak mengganggu aktivitas akademik.

Di sisi lain, pembatalan ini juga dinilai memangkas potensi ekonomi kreatif di Kota Pahlawan. Kehadiran ekskul esport di sekolah-sekolah sebetulnya berpotensi membuka lapangan pekerjaan baru bagi para mantan atlet dan pelatih lokal.

Tags :
Kategori :

Terkait