Tim Ekspedisi Patriot Diterjunkan, Hubungkan Dunia Akademik dan Kawasan Transmigrasi
Tim Ekspedisi Patriot 2026 dilepas untuk memperkuat pembangunan dan pertumbuhan ekonomi kawasan transmigrasi.--
JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Kementerian Transmigrasi menerjunkan 1.476 peserta Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 2026 dari berbagai perguruan tinggi untuk menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan pembangunan di 53 kawasan transmigrasi.
Tim yang terdiri atas 1.476 civitas akademika dari berbagai perguruan tinggi tersebut memiliki misi memetakan potensi lokal sekaligus menyusun rekomendasi sebagai dasar perumusan kebijakan pembangunan kawasan.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, mengatakan program tersebut menghadirkan talenta terbaik Indonesia untuk mengabdi kepada masyarakat.
"Pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat harus berjalan beriringan agar menghasilkan solusi nyata bagi pembangunan," kata Agus Harimurti Yudhoyono saat sesi Town Hall pada Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot 2026 di Jakarta, Jumat 31 Juli 2026.
Menurutnya, peran tersebut semakin penting karena Indonesia menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari dinamika geopolitik, disrupsi teknologi, krisis iklim, hingga persaingan antarnegara dalam memperebutkan talenta dan teknologi.
BACA JUGA:Enam Dosen FTAB Universitas Brawijaya Jadi Tim Ekspedisi Patriot 2026 Kementerian Transmigrasi

Gempur Rokok Illegal--
Ia mendorong seluruh peserta memanfaatkan masa penugasan sebagai ruang belajar sekaligus pengabdian kepada masyarakat.
Menurut Agus Harimurti Yudhoyono, peserta TEP tidak cukup hanya menjadi peneliti yang menghasilkan laporan, tetapi juga harus menjadi pemimpin transformatif yang mampu menghadirkan solusi bagi pembangunan kawasan transmigrasi.
"Indonesia Emas 2045 harus tetap menjadi visi kita bersama. Kuncinya adalah kualitas sumber daya manusia, inovasi, produktivitas, dan kepemimpinan. Saya berharap Tim Ekspedisi Patriot dapat menjadi bagian dari generasi yang membawa Indonesia menuju negara maju, adil, dan sejahtera," tuturnya.
BACA JUGA:Mentrans Kunjungi Rumah Duka Anggota Tim Ekspedisi Patriot di Sidoarjo yang Gugur Saat Tugas
Sementara itu, Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, menegaskan Tim Ekspedisi Patriot merupakan bagian dari paradigma baru transmigrasi yang berorientasi pada penciptaan pusat pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
Sebagai bagian dari transformasi tersebut, Kementerian Transmigrasi melepas 1.476 peserta TEP 2026 untuk bertugas memetakan potensi daerah, memperkuat kapasitas masyarakat, dan membuka peluang investasi berbasis potensi lokal.
"Keberhasilan transmigrasi tidak lagi diukur dari berapa banyak orang yang dipindahkan, tetapi dari berapa banyak lapangan kerja yang tercipta, investasi yang masuk, dan masyarakat yang semakin sejahtera. Itulah paradigma baru transmigrasi yang sedang kami bangun," ujar M. Iftitah Sulaiman Suryanagara saat Pelepasan Tim Ekspedisi Patriot Tahun 2026 di Jakarta, Rabu 29 Juli 2026.
Menurutnya, kawasan transmigrasi harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang mampu menghasilkan nilai tambah melalui pengembangan industri berbasis potensi lokal.
Ia mengatakan, kehadiran Tim Ekspedisi Patriot diharapkan mampu mengidentifikasi peluang pengembangan kawasan sekaligus menjembatani kolaborasi antara masyarakat, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan dunia usaha.
Selain itu, pendekatan tersebut mulai menunjukkan hasil di Kawasan Transmigrasi Toriwang, Kabupaten Halmahera Utara, melalui investasi industri pengolahan kelapa yang membuka ribuan lapangan kerja.
Model pengembangan kawasan berbasis investasi dan hilirisasi tersebut akan direplikasi di berbagai kawasan transmigrasi lainnya. Khusus di Papua, Kementerian Transmigrasi menempatkan sekitar 1.200 personel Tim Ekspedisi Patriot yang akan bertugas di 10 kawasan transmigrasi.
BACA JUGA:Mengintip Proses Ekspedisi Darat Siswa Bintara SPN Polda Jatim Sejauh 15 Kilometer
Kehadiran mereka merupakan tindak lanjut atas aspirasi pemerintah daerah dan masyarakat Papua yang menginginkan dukungan sumber daya manusia unggul untuk memperkuat pendidikan, meningkatkan kapasitas masyarakat, serta mempercepat pengembangan ekonomi kawasan.
Sementara itu, Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, mengatakan Presiden RI Prabowo Subianto menginginkan revitalisasi pembangunan di berbagai kawasan transmigrasi.
Menurutnya, Tim Ekspedisi Patriot akan memetakan berbagai persoalan di kawasan transmigrasi sekaligus menemukan solusi yang akan disinergikan dengan kementerian dan lembaga terkait.
"Kalau ada jalan yang rusak, bisa bersinergi dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Dengan sinergi maka berbagai kendala di kawasan transmigrasi bisa dituntaskan," kata Viva Yoga.
Ia menambahkan, peserta TEP juga diharapkan mampu memaksimalkan inovasi dan kreasi dalam pengembangan kawasan transmigrasi. Menurutnya, tata kelola mulai dari penanaman, pemeliharaan, produksi, pascapanen, hingga offtaker perlu dibangun agar mampu meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat.
Kementerian Transmigrasi melibatkan 10 perguruan tinggi, yakni UI, IPB, ITB, Universitas Padjadjaran, UGM, Universitas Diponegoro, ITS, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, dan Universitas Hasanuddin dalam TEP 2026.
Peserta TEP 2026 disebar di 53 kawasan transmigrasi, di antaranya Salor, Papua Selatan, Selaut, Aceh, Lunang Selaut dan Muara Takung-Kamang Baru, Sumatera Barat, Batu Betumpang, Bangka Belitung, serta Barelang, Kota Batam, Kepulauan Riau.
Di Papua, peserta TEP didorong menciptakan inovasi, kreasi, dan sistem baru dalam tata kelola, pemberdayaan, serta pembangunan kawasan transmigrasi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
"Diharapkan setelah TEP 2026 ada peningkatan aktivitas ekonomi, sosial, budaya, dan bidang kehidupan lainnya," kata Viva Yoga.
Sumber:



