MADIUN, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 jenjang SD dan SMP dievaluasi Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Madiun. Dinas mengakui masih ada beberapa SD negeri yang belum memenuhi pagu.
Kepala Dindik Kota Madiun, Lismawati mengatakan, kekurangan jumlah peserta didik di sejumlah sekolah masih dalam batas wajar. Bahkan, sebagian besar sekolah yang belum memenuhi kuota tetap memiliki lebih dari 20 siswa per rombongan belajar.
‘’Masih ada beberapa sekolah yang belum terpenuhi,’’ ungkapnya, Rabu (15/7).
BACA JUGA:Pemkot Madiun Siapkan Seragam Gratis dan Ongkos Jahit bagi Siswa Baru SD-SMP
Gempur Rokok Illegal--
Dia menegaskan, rendahnya jumlah pendaftar di beberapa sekolah bukan disebabkan perbedaan kualitas layanan pendidikan. Menurutnya, sarana prasarana, kualitas guru, maupun standar pembelajaran di seluruh SD negeri Kota Madiun telah dibuat relatif setara.
Karena itu, tantangan ke depan berada pada kemampuan masing-masing sekolah membangun citra positif di tengah masyarakat.
‘’Yang membedakan tinggal bagaimana sekolah membangun branding. Kreativitas masing-masing sekolah menjadi kunci untuk menarik minat calon peserta didik,’’ tandasnya.
BACA JUGA:Pemkot Madiun Salurkan Dana Rp10 Juta per RT untuk Gerakan Pilah Sampah
Di samping itu, sambung Lismawati, evaluasi pelaksanaan SPMB bakal menjadi bahan penyusunan kebijakan penerimaan murid baru tahun depan. Salah satunya dengan menetapkan pagu maksimal SD negeri di Kota Madiun sebanyak 27 siswa per rombongan belajar.
Dia menyebut jumlah tersebut sedikit lebih rendah dari ketentuan maksimal nasional. Kebijakan itu diambil agar distribusi peserta didik antar sekolah lebih merata.
‘’Pagu kami tetapkan 27 siswa per rombel agar sekolah lain juga memperoleh siswa,’’ jelasnya.
BACA JUGA:Pemkot Madiun Mulai Perbaiki 29 Ruas Jalan, Prioritaskan Jalur Protokol dan Kawasan Wisata
Ditanya soal opsi regrouping sekolah, Lismawati mengklaim kebijakan tersebut butuh kajian matang. Dia menilai belum terpenuhi pagu sekolah belum mendesak untuk regrouping.
‘’Selisihnya tidak terlalu jauh dari pagu. Karena itu, regrouping harus dikaji lebih cermat dan belum menjadi pilihan,’’ terangnya.