Secangkir matcha ternyata hanya membutuhkan sekitar 2 gram bubuk. Walau sedikit, bubuk itu berasal dari seluruh bagian daun teh yang telah digiling sangat halus. Karena itu, konsentrasi antioksidan, L-theanine, dan senyawa aktif lainnya jauh lebih tinggi dibandingkan teh hijau biasa.
Riset masih terus berkembang, dan hasilnya memberikan harapan, bahwa matcha bukan sekadar minuman yang sedang ngetren. Matcha bisa menjadi pilihan minuman yang berpotensi mendukung kesehatan tubuh dan fungsi otak dalam jangka panjang.
Namun, perlu diingat bahwa manfaat itu baru akan dirasakan apabila dikonsumsi secara rutin dalam jumlah yang wajar, tanpa tambahan gula yang berlebihan, serta menjadi bagian dari pola makan dan gaya hidup sehat secara keseluruhan. (Dari berbagai sumber).