Jatim Gandeng Mitra Tiongkok, Siapkan Talenta Digital dan AI Berstandar Internasional
Aries Agung Paewai menandatangani LoI dengan HGI Research Centre di Shanghai, Tiongkok.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Dinas Pendidikan Jawa Timur menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan HGI Research Centre di Shanghai, Tiongkok, Rabu 17 Juni 2026. Tujuannya, untuk memperkuat pendidikan vokasi serta menyiapkan talenta digital dan kecerdasan buatan berstandar internasional
Kerja sama tersebut menjadi pintu masuk bagi pengembangan talenta digital Jawa Timur melalui berbagai program yang menghubungkan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri masa depan.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan kolaborasi ini dirancang untuk memperkuat kompetensi siswa dan guru di bidang digitalisasi, kecerdasan buatan (AI), industri kreatif, hingga pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan dunia kerja.
"Industri digital menjadi salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi saat ini. Melalui kerja sama ini, kami ingin mencetak generasi muda Jawa Timur yang tidak hanya unggul dalam keterampilan teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi dan wawasan internasional," ujar Aries.
BACA JUGA:Dinas Pendidikan Jatim Warning Sekolah Jangan Ada Pungli Sekecil Apa Pun di SPMB

Mini Kidi Wipes.--
Penandatanganan LoI tersebut merupakan bagian dari kunjungan resmi delegasi Dinas Pendidikan Jawa Timur ke Shanghai pada 8–12 Juni 2026.
Selama berada di Tiongkok, delegasi mengikuti diskusi strategis, kunjungan lapangan, serta pertukaran pengetahuan dengan sejumlah institusi pendidikan vokasi dan mitra industri.
Salah satu konsep yang menjadi perhatian dalam pembahasan adalah model pembelajaran "Chinese + Class Skill".
Program ini mengintegrasikan penguasaan bahasa Mandarin dengan keterampilan profesional yang langsung diterapkan dalam lingkungan industri.
Menurut Aries, pendekatan tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan dunia kerja global karena menggabungkan kemampuan bahasa asing dengan kompetensi teknis di sektor desain gim, media digital, produksi konten, dan industri kreatif.
"Peserta didik tidak hanya belajar keterampilan teknis, tetapi juga dibekali kemampuan komunikasi lintas budaya yang saat ini semakin dibutuhkan oleh perusahaan multinasional," ucapnya.
Selain itu, berbagai peluang kerja sama lain juga dibahas, mulai dari penyusunan kurikulum bersama, sertifikasi vokasi internasional, penguatan kemitraan sekolah dengan industri, hingga pengembangan sumber daya manusia di sektor ekonomi digital.
Aries mengungkapkan, BOKE Electronic selama ini aktif menjalin kolaborasi pendidikan dengan berbagai pemerintah daerah di Tiongkok.
Melalui jaringan tersebut, Jawa Timur mendapat kesempatan untuk mempelajari secara langsung model pendidikan vokasi yang telah terintegrasi dengan kebutuhan industri.
"Mereka berharap kolaborasi ini segera diimplementasikan, terutama untuk peningkatan kompetensi guru dan siswa dalam bidang digitalisasi, AI, dan berbagai program vokasi lainnya," tegasnya.
BACA JUGA:Kisah Endang Muriani, Sentuhan Keibuan Bonita dan Warisan Cinta Persebaya

Gempur Rokok Illegal--
Dalam rangkaian kunjungan tersebut, delegasi Jawa Timur juga meninjau sejumlah sekolah dan perguruan tinggi vokasi terkemuka di Shanghai, seperti Shanghai Qunxing Vocational and Technical School, Shanghai Caoyang Vocational and Technical School, dan Shanghai Arts and Crafts Vocational College.
Di lokasi tersebut, delegasi melihat langsung penerapan konsep pendidikan berbasis industri pada bidang animasi, pengembangan gim, media digital, kecerdasan buatan, hingga pemanfaatan teknologi untuk pelestarian budaya.
Wakil Presiden HGI Research Centre, Wang Chen, menegaskan pendidikan vokasi modern tidak cukup hanya mengajarkan penggunaan teknologi.
"Di era AI saat ini, perusahaan tidak hanya membutuhkan individu yang bisa menggunakan teknologi, tetapi mereka yang mampu memanfaatkannya secara efektif untuk menyelesaikan pekerjaan dan proyek industri," ujarnya.
Melalui kerja sama ini, Jawa Timur berharap dapat membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda untuk memperoleh keterampilan berstandar internasional, pengalaman belajar berbasis industri, serta peluang berkolaborasi dalam ekosistem ekonomi digital global.
Dengan langkah tersebut, pendidikan vokasi di Jawa Timur diharapkan semakin mampu melahirkan talenta unggul yang siap bersaing di pasar kerja internasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi digital Indonesia. (ain)
Sumber:









