Sementara itu, Ketua Kadin Surabaya terpilih, Ali Affandi La Nyalla Mahmud Mattalitti, menegaskan bahwa pemilihan Taman Surya sebagai lokasi pelantikan memiliki makna filosofis dan historis tersendiri. Menurutnya, Taman Surya adalah simbol keterbukaan dan kolaborasi agar pertumbuhan ekonomi bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
"Kadin tidak boleh hanya hadir di ruang rapat, Kadin harus hadir di tengah masyarakat. Senior kami mengajarkan nilai yang sederhana tapi bermakna: Tabah, Jujur, dan Setia. Tabah menghadapi tantangan zaman, jujur menjaga amanah, dan setia pada perjuangan ekonomi bangsa," tegas pria yang akrab disapa Andi tersebut.
Andi mengungkapkan, meski baru dilantik secara resmi, Kadin Surabaya di bawah kepemimpinannya sebenarnya telah bergerak aktif dalam 1,5 tahun terakhir dengan mencatatkan lebih dari 139 agenda kerja yang progresif.
BACA JUGA:Kadin Jatim Tingkatkan Profesionalisme Tenaga SPPG Lewat Pelatihan dan Uji Kompetensi
Menatap masa depan, Kadin Surabaya akan berfokus pada beberapa program strategis. Mulai dari membuka jejaring pasar global, penguatan Sumber Daya Manusia (SDM), hingga aktivasi dan pelatihan UMKM.
Khusus untuk menyambut Porprov 2027, Kadin Surabaya siap berkolaborasi dengan Koni Surabaya untuk mendorong sektor ekonomi kreatif. Tujuannya adalah memastikan perputaran uang dari ajang olahraga tersebut bisa langsung mengalir ke kantong para pedagang kecil saat para atlet bertanding.
“Tentunya dalam hal ini, kami akan banyak berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya. Seperti kolaborasi dengan klinik investasi DPMPTSP untuk memberikan kurasi produk, pelatihan naik kelas, hingga pengurusan NIB dan sertifikasi halal gratis,” jelas Andi.
BACA JUGA:Rutan Gresik Gelar Razia Halinar di Kamar Hunian dan Tes Urine Petugas
Menutup keterangannya, Andi menambahkan bahwa tantangan ke depan seperti disrupsi teknologi dan ketegangan geopolitik global tidaklah mudah. Namun, dengan semangat gotong royong warga Surabaya sebagai kota pejuang, ia optimis ekonomi inklusif dapat diwujudkan.
"Hari ini kita diingatkan tentang sebuah amanah besar. Jabatan bukan tentang kehormatan pribadi, melainkan tanggung jawab bekerja lebih keras. Kami memohon dukungan, doa, dan kolaborasi dari semua pihak karena Kadin tidak bisa berjalan sendirian," pungkasnya.(alf)