Memilih gula yang aman bagi pasien diabetes selalu menjadi perdebatan. Penyebabnya jelas, yaitu karena rasa manis memang tidak begitu saja dapat dikurangi, bahkan dihilangkan. Padahal, yang perlu dikendalikan bukan hanya gula seperti yang kita pahami, namun juga asupan karbohidrat yang apabila dicerna akan menghasilkan gula.
Kebanyakan orang meyakini gula alamiah lebih sehat, tetapi faktanya tidak selalu demikian. Madu, gula kelapa, gula kurma, sirup maple berpotensi meningkatkan kadar gula darah seperti gula pasir, walaupun ada yang kekuatan peningkatannya lebih rendah sedikit.
Pilihan gula alamiah yang lebih baik adalah dari tanaman Stevia dan buah Luo han guo dari Cina yang mengandung zat rasa manis lebih kuat dibanding gula pasir, tidak berkalori, dan tidak meningkatkan kadar gula darah secara serentak. Artinya, dapat dipilih oleh pasien diabetes untuk mengganti gula pasir yang dipakai sehari-hari sebaiknya tidak berlebih agar tidak mengganggu pengaturan pola makan, yang bisa menyebabkan gagalnya pengendalian asupan karbohidrat.
BACA JUGA: Berdamai dengan Diabetes
Mini Kidi Wipes.--
Gula sintetik sudah banyak dipakai pada aneka produk makanan dan minuman diet, seperti aspartam, sakarin, sukralose. Tidak menyebabkan kenaikan gula darah mendadak, namun masih ada efek yang tidak dikehendaki, misalnya gangguan respons insulin.
Cerdas Atur Gula dan Karbo
Perlukah orang dengan diabetes berhenti minum kopi dan aneka makanan? Tidak, yang diperlukan adalah menikmatinya secara cerdas dan realistis tanpa mengganggu kadar gula.
Misalnya, tidak minum kopi sachet yang tinggi gula, dan diganti dengan kopi hitam atau americano dengan pemanis gula stevia atau monk fruit dan sedikit percikan susu segar.
Pecinta makanan kecil perlu meningkatkan kewaspadaan pada aneka makanan olahan atau siap saji, dan jajanan tradisional yang “menyembunyikan” gula di dalamnya.
Pilihan camilan sehat antara lain dark chocolate 70%, puding Chia dengan pemanis stevia, yoghurt tanpa rasa manis yang ditambah buah. Sesekali saja boleh memilih kue donat dan martabak manis.
Penggemar es krim dapat menggantinya dengan Greek yoghurt ditambah stevia dan bubuk coklat. Hindari makanan manis saat perut kosong, yang berpotensi menyebabkan perubahan besar pada kadar gula darah.
BACA JUGA:Jangan Diabaikan! Ini 6 Tanda Tubuh Kelebihan Gula yang Mengarah ke Prediabetes
Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--terat
Sepiring menu makan harian dapat diatur dengan ketentuan 25% nasi, 50% sayur bayam, brokoli, buncis, daun kelor, 25% daging ayam tanpa lemak, telur, tempe, tahu.
Jadi, kunci utamanya bukan terletak pada larangan, tetapi konsisten mengatur porsi karbohidrat, memilih kombinasi makanan yang tepat, serta memahami respons tubuh terhadap makanan yang dikonsumsi. Pendekatan ini jauh lebih efektif dibanding sekadar mengganti jenis gula tanpa memperhatikan pola makan secara menyeluruh.
Melalui pengaturan strategi yang tepat, pasien diabetes mellitus tetap dapat menikmati makanan favoritnya tanpa mengorbankan kesehatan. Pada akhirnya, keberhasilan bukan ditentukan oleh seberapa ketat pembatasan dilakukan, tetapi seberapa cerdas dan konsisten seseorang mengatur dan menetapkan pola makan. (Dari berbagai sumber).