SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Layanan pengiriman barang Transjatim Ekspedisi (Tradisi) milik Dinas Perhubungan Jawa Timur telah melayani 149 paket sejak 6 April hingga 8 Mei 2026. Kondisi ini banyak dimanfaatkan pelaku UMKM/
Kepala Seksi Sarana Angkutan Jalan Dishub Jatim, Cito Eko Yuly Saputro, mengatakan layanan tersebut paling banyak digunakan oleh pelaku UMKM dan masyarakat di sekitar terminal maupun pool TransJatim.
"Respons masyarakat cukup bagus karena tarif pengirimannya murah, cepat, dan sudah ada asuransinya," ujar Cito.
BACA JUGA:Kemensos Dorong Revitalisasi Panti Asuhan di Jatim, Data Akurat Jadi Kunci Layanan Sosial
Mini Kidi Wipes.--
Selama sebulan terakhir, rute paling ramai berada di Koridor 3 jurusan Terminal Kertajaya-Terminal Bunder dengan total 27 pengiriman.
Sementara tujuan pengiriman paling banyak mengarah ke Terminal Purabaya, Surabaya. Terminal Kertajaya, Mojokerto, menjadi titik asal pengiriman paling sibuk.
Selain itu, cukup banyak paket dikirim dari Porong, Paciran, dan Lamongan. Barang yang paling sering dikirim melalui Tradisi adalah makanan.
Pengiriman makanan antarterminal mendominasi dibandingkan dengan barang lain seperti dokumen, elektronik, maupun barang pecah belah.
Dishub Jatim menilai layanan tersebut membantu pelaku UMKM karena biaya pengiriman terjangkau dengan estimasi pengiriman satu hingga dua hari.
Selain itu, Cito mengatakan, Tradisi memiliki keunggulan berupa fitur promosi UMKM melalui aplikasi TransJatim AJAIB agar produk lebih mudah dikenal masyarakat.
Meski demikian, masih terdapat beberapa kendala selama masa awal operasional.
Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--
Salah satunya terkait sistem pelacakan paket yang terkadang berubah otomatis dari status transit menjadi sudah tiba.
Selain itu, cakupan layanan Tradisi saat ini masih terbatas di wilayah Gerbangkertosusila.
Dishub Jatim membuka peluang untuk memperluas layanan ke daerah lain apabila dukungan operasional memungkinkan.
BACA JUGA:TPS Salurkan 3.000 Bibit Mangrove untuk Hijaukan Pesisir Sontoh Laut Surabaya
Banyak pelaku UMKM juga mulai meminta layanan door to door, mulai dari penjemputan paket di rumah hingga diantar langsung ke alamat penerima.
Dishub Jatim mengaku sedang mengupayakan agar layanan tersebut dapat segera direalisasikan.
"Kami berharap Tradisi bisa mendukung distribusi produk UMKM dan membantu pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur," pungkas Cito. (ain)