Target Bebas Banjir Oktober, Eri Cahyadi Instruksikan Potong Arus Menuju Selatan

Jumat 24-04-2026,14:15 WIB
Reporter : Arif Alfiansyah
Editor : Fatkhul Aziz

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) besar-besaran di kawasan Jalan Ketintang Madya pada Jumat 24 April 2026. Dalam sidak tersebut, ia merombak total skema aliran air di wilayah selatan dan pusat guna mengakhiri drama banjir tahunan di Kota Pahlawan.

Dalam sidak tersebut, Walikota juga mengumpulkan Camat dan Lurah dari tiga wilayah (Gayungan, Jambangan, dan Wonocolo) untuk memastikan pengawasan di lapangan berjalan terpadu dan tanpa sekat birokrasi

BACA JUGA:Eri Cahyadi Targetkan Penataan KBS Tuntas Oktober, Siapkan Kejutan Satwa Baru dari Jepang


Mini Kidi Wipes.--

Wali Kota Eri menegaskan, penanganan banjir di Surabaya tidak boleh lagi dilakukan secara parsial atau sepotong-sepotong. Ia menginstruksikan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) untuk melakukan pengalihan arus air guna memecah beban di titik-titik krusial seperti Margorejo dan Ketintang.

Selama ini, kawasan Margorejo kerap menjadi korban karena menjadi titik tumpuan air dari berbagai arah, mulai dari Jambangan hingga Karah. Walikota meminta pola ini dihentikan.

BACA JUGA:Perkuat Karakter Anak dan Dukung Gerakan Tanpa Gawai, Wali Kota Eri Cahyadi Apresiasi Peran Vital Bunda PAUD

"Saya instruksikan agar aliran air dari arah Karah dan tol dipotong langsung masuk ke Rumah Pompa SWK Karah. Jangan semuanya lari ke Saluran Avur Wonorejo yang lewat Ketintang," tegasnya. 

Tak hanya itu, ia juga merencanakan pembalikan arah arus dari Ketintang Baru agar mengalir kembali ke saluran Kebon Agung melalui area Central Park Ahmad Yani. 

Targetnya, saluran Margorejo hingga Prapen nantinya murni hanya menampung debit air dari pemukiman setempat, tanpa kiriman dari wilayah lain.

BACA JUGA: Jadikan Surabaya Pusat Layanan Medis Dunia, Wali Kota Eri Cahyadi Resmikan Medical Tourism

Sebagai solusi spesifik untuk mengamankan area vital seperti Royal Plaza dan Kantor Telkom Ketintang, Pemkot Surabaya akan membangun rumah pompa kecil di bantaran Kali Surabaya, tepatnya di kawasan Pulo Wonokromo.

Eri mengaku telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) terkait penggunaan lahan. "Saya sudah minta izin ke BBWS untuk menggunakan lahan sekitar tiga sampai empat rumah warga. Tujuannya supaya air dari area Telkom dan rel kereta bisa segera ditarik ke sungai," imbuhnya.

Visinya tidak hanya soal fisik, tapi juga sistem. Ia menuntut pembangunan sistem berbasis aplikasi digital agar skema aliran air ini tetap terjaga siapapun pejabatnya nanti. 

BACA JUGA:Urai Kemacetan Kronis, Eri Cahyadi Sterilkan Pasar Maling Wonokromo dan Perlebar Jalan 5 Meter

Kategori :