Menuju ultah ke-8 memorandum.co.id
SFF 20266

Hotline Lapor Cak Eri Terima 400 Aduan Warga Surabaya Setiap Hari

Hotline Lapor Cak Eri Terima 400 Aduan Warga Surabaya Setiap Hari

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Hotline pengaduan berbasis WhatsApp Lapor Cak Eri milik Pemerintah Kota Surabaya menerima rata-rata 400 aduan warga setiap hari sejak resmi diluncurkan.

Aduan yang masuk melalui nomor 0811338884 tersebut meliputi persoalan jalan berlubang, parkir liar, penataan pedagang kaki lima, hingga persoalan sosial masyarakat.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan tingginya jumlah laporan menjadi indikator untuk mengukur sensitivitas dan kecepatan respons perangkat daerah dalam menangani persoalan masyarakat.

BACA JUGA:Serahkan SK DKS 2026-2029, Wali Kota Eri Gratiskan Fasilitas Publik untuk Seniman Surabaya


Mini Kidi Wipes.--

“Surabaya ini bukan ditentukan oleh wali kotanya, tetapi oleh Pemerintah Kota Surabaya. Sistem itu harus tetap berjalan cepat, ada atau tanpa wali kota, supaya masyarakat percaya kepada pemerintah,” ujarnya, Senin 18 Mei 2026.

Menurutnya, layanan hotline tersebut lahir dari hasil evaluasi forum tatap muka bersama warga pada akhir 2022 hingga awal 2023.

Pemerintah Kota Surabaya menilai masyarakat membutuhkan percepatan penyelesaian masalah yang konkret dan bukan sekadar ruang penyampaian aspirasi.

Selain itu, setiap laporan yang masuk wajib ditindaklanjuti maksimal dalam waktu 1 x 24 jam.

Jika persoalan belum selesai dalam waktu tersebut, perangkat daerah terkait wajib memberikan penjelasan mengenai progres penanganan kepada masyarakat.

Eri Cahyadi juga menekankan pelayanan publik harus diukur melalui penyelesaian masalah di lapangan dan bukan sekadar konten media sosial.

“Contoh penanganan jalan berlubang yang dalam satu hari bisa mencapai sekitar 20 titik perbaikan. Pelayanan publik tidak harus selalu dikontenkan, melainkan yang terpenting adalah persoalan masyarakat benar-benar terselesaikan dan masyarakat mengetahui bahwa pemerintah kota bekerja,” cetusnya.

Berdasarkan data Pemerintah Kota Surabaya, aduan yang masuk terbagi dalam tiga kluster utama yakni infrastruktur, ketertiban umum, dan persoalan sosial masyarakat.

Beberapa laporan yang telah ditindaklanjuti di antaranya penataan kawasan Kali Tebu dan penertiban juru parkir liar di tepi jalan umum.

BACA JUGA:Indonesia Raih Peringkat Pertama Transparansi Pelaporan Belanja Perpajakan Terbaik Dunia


Gempur Rokok Ilegal. Ini Ciri-ciri rokok Ilegal.--

Menurutnya, terdapat pula warga yang menggunakan hotline tersebut untuk berkonsultasi terkait persoalan pribadi hingga masalah rumah tangga.

“Banyak yang lucu-lucu juga. Ada yang curhat soal rumah tangga, ada yang ditipu, sampai masalah percintaan. Kami melihat hal itu sebagai bentuk kedekatan masyarakat dengan pemerintahnya,” ujarnya.

Meski demikian, Pemerintah Kota Surabaya tetap memberikan edukasi terkait batas kewenangan pemerintah daerah terutama untuk persoalan hukum pidana dan sengketa pertanahan.

“Kami tidak bisa mengambil alih kewenangan lembaga lain. Namun, jika masyarakat kesulitan mendapatkan tindak lanjut, kami siap membantu melakukan koordinasi. Dengan cara ini, kami ingin membangun keterbukaan dan kedekatan dengan masyarakat Surabaya,” pungkasnya. (alf)

Sumber: