Pemerintah Targetkan PSEL Kurangi Sampah 33.000 Ton per Hari pada 2029

Rabu 22-04-2026,20:07 WIB
Reporter : Ahmad Syaiku
Editor : Aris Setyoadji

JAKARTA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemerintah mempercepat pembangunan Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik dengan target pengurangan sampah hingga 33.000 ton per hari pada 2029, Rabu 22 April 2026.

PSEL menjadi salah satu langkah strategis untuk mengatasi krisis pengelolaan sampah nasional.


Mini Kidi Wipes.--

Jumlah sampah di Indonesia mencapai sekitar 140.000 ton per hari, sementara kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir terbatas dan pengolahan melalui reduce reuse recycle masih rendah.

Melalui teknologi termal seperti insinerasi, PSEL diharapkan mampu mengurangi volume sampah secara signifikan sekaligus menghasilkan energi listrik.

BACA JUGA:Pemerintah Percepat Pembangunan PSEL di Tiga Wilayah Indonesia

Pembangunan PSEL difokuskan pada wilayah perkotaan dengan timbulan sampah di atas 1.000 ton per hari.

Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari, menyampaikan target pengurangan sampah tersebut setara 22,48 persen dari total timbulan nasional.

"PSEL ditargetkan dapat mengurangi timbulan sampah sekitar 33.000 ton per hari pada 2029 atau setara 22,48 persen dari total timbulan sampah nasional," kata Muhammad Qodari.

Dengan berkurangnya sampah, keberadaan PSEL diharapkan meningkatkan kesehatan masyarakat, khususnya di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir.

BACA JUGA:Kreativitas Tanpa Batas Warga Mendaur Ulang Sampah di Kampoeng Pintar Oase Tembok Gede

"Dalam jangka panjang, keberadaan PSEL diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mendorong perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah, serta memperkuat peran daerah dalam mendukung transisi menuju ekonomi sirkular dan pembangunan berkelanjutan dan rendah karbon," ucapnya.

Ia menambahkan, PSEL berpotensi menghasilkan tenaga listrik rata-rata sebesar 25 MW untuk kapasitas pengolahan sampah 1.000 ton per hari.

"PSEL juga berpotensi memberikan manfaat ekonomi, antara lain melalui investasi, penciptaan lapangan kerja baru, dan peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi. Keberadaan PSEL pun dapat turut mendorong transfer teknologi yang diiringi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam pengolahan sampah," jelasnya.


Ayo bolo kita gempur rokok ilegal.--

Pemerintah menargetkan pembangunan PSEL di 30 lokasi atau aglomerasi yang mencakup 61 kabupaten/kota di Indonesia.

Total kapasitas pengolahan ditargetkan mencapai lebih dari 1.000 ton per hari per lokasi atau sekitar 33.000 ton per hari secara keseluruhan.

Pada tahap awal, proyek PSEL direncanakan mulai groundbreaking pada Juni 2026 di lima lokasi.

Lima lokasi tersebut meliputi Kota Bekasi, Kota Yogyakarta, Bogor Raya, Denpasar Raya, dan Bandung Raya. (–)

Kategori :