"Kerja sama ini diharapkan mampu memperkuat peran pendidikan dalam menjaga moderasi dan perdamaian," tukas Khofifah.
Dalam kesempatan yang sama, Khofifah turut memaparkan pengelolaan Masjid Nasional Al Akbar yang terus dioptimalkan sebagai pusat layanan keagamaan dan sosial. Berbagai fasilitas dikembangkan, mulai dari greenhouse, mini soccer berbasis pendidikan Al-Qur’an, hingga digital library dan taman edukatif.
Sementara itu, Wakil Duta Besar Mesir Dr. Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi menyampaikan apresiasi atas pengelolaan Masjid Al Akbar. Ia menilai masjid tersebut tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat aktivitas keagamaan yang modern dan representatif.
Kerja sama Jatim–Alexandria ini diharapkan menjadi pintu masuk penguatan hubungan Indonesia–Mesir, khususnya dalam bidang ekonomi dan pendidikan berbasis nilai-nilai keislaman serta peradaban global. (Ain)