Jatim-Alexandria Mesir Perkuat Kerja Sama Perdagangan hingga Pendidikan

Minggu 19-04-2026,15:23 WIB
Reporter : Lailatul Nur Aini
Editor : Fatkhul Aziz

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa membuka peluang kerja sama strategis antara Pemprov Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Alexandria, Mesir. Hal itu dibahas dalam pertemuan bersama Wakil Duta Besar Mesir, Dr. Amr Ahmad Mukhtar Abdul Hadi, di Masjid Nasional Al Akbar, Minggu 19 April 2026.

Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh dari Mesir, seperti Rois Bi’tsah Syekh Ahmad Muhammad Mabruk dan Syekh Faraq Salim, serta pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah KH Asep Saifuddin Chalim.

BACA JUGA:Pemprov Jatim Percepat Sertifikasi Aset Keagamaan Libatkan Kampus dan Santri


Mini Kidi Wipes.--

Khofifah menjelaskan, diskusi difokuskan pada tindak lanjut rencana penandatanganan kerja sama yang mencakup sektor perdagangan dan pendidikan. Rencana ini merupakan kelanjutan dari Letter of Intent (LoI) yang sebelumnya telah diteken antara Jawa Timur dan Alexandria.

"Alhamdulillah, kami berdiskusi terkait tindak lanjut penandatanganan protokol kerja sama bidang perdagangan dan pendidikan yang saat ini sedang berproses menuju MoU," ujar Khofifah.

BACA JUGA:ASN Pemprov Jatim Terapkan WFH Rabu dan Tunggu Sinkronisasi Kebijakan Pusat

Menurutnya, kerja sama tersebut akan dikemas dalam skema sister province yang telah mendapat persetujuan DPRD Jawa Timur. Ia optimistis kolaborasi ini akan memberikan dampak signifikan bagi kedua wilayah.

Di sektor perdagangan, Khofifah melihat adanya peluang besar untuk sinergi. Mesir dikenal memiliki tingkat konsumsi kopi yang tinggi, sementara Jawa Timur merupakan salah satu produsen kopi unggulan di Indonesia.

"Ada potensi link and match antara Jatim dan Alexandria, khususnya dalam komoditas kopi," ucapnya. 

BACA JUGA:Gejolak Global Picu Harga Plastik Meroket, Pemprov Jatim Bergerak Selamatkan UMKM

Sementara di sektor pendidikan, Khofifah menilai kedua wilayah memiliki kesamaan perhatian terhadap pengembangan sumber daya manusia. Alexandria dikenal sebagai pusat pendidikan dan kebudayaan penting sejak era Helenistik, sekaligus memiliki warisan intelektual besar, termasuk perpustakaan bersejarah yang menyimpan karya-karya ulama dan ilmuwan dunia.

"Ini bisa menjadi fondasi untuk penguatan kerja sama pendidikan, transfer pengetahuan, serta pendalaman sejarah dan peradaban Islam," tuturnya.

Lebih lanjut, Khofifah juga mengungkapkan rencana kolaborasi antara perguruan tinggi Nahdlatul Ulama dengan Universitas Al-Azhar dalam bidang pencegahan dan penanggulangan terorisme.


Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--

Kategori :