Jatim Gaungkan Gerakan Hemat Energi, Warga Diminta Tak Panic Buying

Selasa 31-03-2026,18:32 WIB
Reporter : Lailatul Nur Aini
Editor : Aris Setyoadji

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pertamina Patra Niaga menggaungkan gerakan hemat energi serta mengimbau masyarakat tidak panic buying di tengah isu kenaikan harga BBM, Selasa 31 Maret 2026.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menggandeng Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus untuk menguatkan kampanye penggunaan energi secara bijak.

BACA JUGA:Khofifah Beberkan Capaian Jatim 2025: Ekonomi Tumbuh 5,33 Persen, Investasi Tertinggi 6 Tahun

Pertemuan berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Iwan Yudha Wibawa, memastikan hingga saat ini belum ada arahan resmi terkait kenaikan harga BBM maupun pembatasan pembelian.


Mini Kidi Wipes.--

“Kami belum mendapat informasi khusus terkait kenaikan harga. Saat ini pasokan tetap aman, masyarakat tidak perlu panik,” ujarnya.

Selain BBM, Pertamina juga menyoroti penggunaan LPG bersubsidi agar lebih tepat guna.

BACA JUGA:Khofifah Teken PKS PSEL, Sampah Perkotaan Kini Disulap Jadi Energi Listrik

Ke depan, konsumsi elpiji akan diarahkan lebih efisien dengan batasan maksimal 10 tabung per keluarga per bulan.

Berdasarkan survei, kebutuhan normal rumah tangga berkisar 4 hingga 5 tabung per bulan.

“Yang kami dorong adalah budaya berhemat. Gunakan energi sesuai kebutuhan, tidak berlebihan,” imbuhnya.


Gempur Rokok Ilegal -----

Di sisi lain, Gubernur Jawa Timur menegaskan gerakan hemat energi akan segera diluncurkan secara masif.

Khofifah juga mengingatkan LPG 3 kilogram sebagai barang subsidi diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Sementara itu, kelompok mampu didorong beralih ke LPG nonsubsidi.

BACA JUGA:Dorong Payung Hukum Terpadu, Gubernur Khofifah Inisiasi Perda untuk Masyarakat Adat di Jatim

“Masyarakat tidak perlu khawatir, kebutuhan energi tetap tersedia. Yang penting distribusinya tepat sasaran,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pertamina juga memastikan pelaku UMKM termasuk pedagang kaki lima terdata di pangkalan resmi.

Hal ini dilakukan agar tidak terdampak kebijakan distribusi.

BACA JUGA:Khofifah Apresiasi 22 Tahun Tagana dan Tekankan Sinergi Ketangguhan Bencana

Khofifah juga mengimbau masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.

“Jangan panic buying. Ini justru untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersuplai,” pungkasnya. (Ain)

Kategori :