SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Jadwal kompetisi Super League 2025/2026 di bulan April bakal menjadi ujian untuk ketahanan fisik pemain Persebaya.
Dalam kurun waktu 30 hari, persebaya harus melakoni lima laga menghadapi tim berbeda yang menguras fisik dan mental.
BACA JUGA:Bernardo Tavares Genjot Mental Pemain Persebaya Pasca Libur Lebaran
Mini Kidi Wipes.--
Menyikapi padatnya jadwal pertandingan tersebut, pelatih fisik Shin Sang-gyu langsung tancap gas. Pelatih kebugaran asal Korea Selatan ini paham betul bahwa kestabilan kondisi pemain adalah kunci agar performa tim tidak gembos di tengah jalan.
Meski sempat menjalani libur Lebaran, tim pelatih tetap memantau kebugaran pemain melalui menu latihan mandiri, namun pelatih Shin mengakui ada perbedaan signifikan antara berlatih sendiri dengan bersama tim.
BACA JUGA:Persebaya Terapkan Latihan Mandiri Berbasis Video Jaga Kondisi Pemain saat Libur
"Memang kami sudah memberikan program latihan individu selama libur, tetapi tentu saja latihan individu berbeda dengan latihan tim," ujar Shin.
Lebih lanjut, Pelatih Shin mengutarakan waktu persiapan yang mepet menjadi tantangan tersendiri bagi staf kepelatihan untuk mengukur kesiapan Rivera dkk setelah masa jeda liburan.
"Kami tidak punya banyak waktu untuk benar-benar mengevaluasi bagaimana para pemain menjalankan program latihan mereka selama jeda. Waktu yang kami miliki sangat terbatas karena hanya ada pekan ini dan pekan depan sebelum pertandingan melawan Persita," jelasnya.
Gempur Rokok Ilegal -----
Shin Sang-gyu menekankan bahwa manajemen pemulihan pemain pasca pertandingan akan memegang peranan vital di atas lapangan.
"Pada awal April nanti kami hampir bermain setiap minggu, jadi hal yang paling penting adalah bagaimana proses pemulihan setelah pertandingan. Kami harus mengatur keseimbangan antara intensitas latihan dan waktu istirahat dengan baik," katanya.
Demi memastikan stamina pemain berada di level tertinggi, Shin menjelaskan jajaran pelatih akan membuat program latihan khusus untuk menjaga kebugaran pemain ditengah padatnya jadwal kompetisi, terutama meningkatkan intensitas latihan.
"Pada pekan ini kami langsung meningkatkan beban latihan cukup tinggi. Kami mencoba memaksimalkan waktu yang ada agar kondisi pemain bisa kembali mendekati level yang kami butuhkan untuk pertandingan," pungkasnya. (yat)