Sejarah Hari Film Nasional 30 Maret, Tonggak Perfilman Indonesia
Ilustrasi peringatan Hari Film Nasional setiap 30 Maret di Indonesia.-Istimewa-
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Hari Film Nasional diperingati setiap 30 Maret untuk mengenang tonggak sejarah perfilman Indonesia, Minggu 29 Maret 2026.
BACA JUGA:Lebaran 2026 Makin Mencekam, Danur: The Last Chapter Jadi Penutup Epik Franchise Horor Populer
Peringatan ini bertepatan dengan hari pertama pengambilan gambar film Darah dan Doa pada 1950 yang disutradarai Usmar Ismail. Film tersebut dianggap sebagai film pertama yang disutradarai oleh orang Indonesia dan diproduksi oleh perusahaan nasional.

Mini Kidi Wipes.--
Selain itu, film ini juga dinilai memiliki ciri khas Indonesia yang kuat. Hari Film Nasional resmi ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 1999 oleh Presiden B.J. Habibie.
BACA JUGA:Deretan Film Tayang April 2026, dari Horor Lokal hingga Sekuel Hollywood yang Dinanti
Dalam keputusan tersebut disebutkan bahwa Hari Film Nasional bukan merupakan hari libur nasional. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi insan perfilman Indonesia.
Selain itu, peringatan ini juga diharapkan mampu mendorong prestasi film Indonesia di tingkat regional, nasional, hingga internasional. Film Darah dan Doa diproduksi oleh Perusahaan Film Nasional Indonesia (Perfini) yang didirikan Usmar Ismail.
BACA JUGA:Review Film Para Perasuk yang Angkat Tradisi Kerasukan di Masyarakat
Pada masa itu, selain Perfini, terdapat perusahaan film lain seperti Persari yang didirikan Djamaludin Malik. Pada 11 Oktober 1962, konferensi Dewan Film Nasional bersama organisasi perfilman menetapkan 30 Maret sebagai Hari Film Nasional.
BACA JUGA:Bosan Setelah Silaturahmi Lebaran? Film ‘Na Willa’ Jadi Rekomendasi Tontonan Keluarga 2026
Sejak saat itu, tanggal tersebut digunakan sebagai momentum peringatan sejarah perfilman Indonesia. Usmar Ismail dan Djamaludin Malik kemudian dikenal sebagai Bapak Perfilman Nasional.
BACA JUGA:Siap-Siap Flashback! Ini Film Masa SMA Indonesia yang Paling Ikonik
Penetapan tanggal 30 Maret sempat melalui berbagai perdebatan. Tanggal lain seperti 19 September dan 6 Oktober pernah diusulkan sebagai Hari Film Nasional.
Sumber:







