Mudik Bikin Panik: Ketika Pulang Kampung Tidak Lagi Sesederhana Dulu (1)

Sabtu 28-03-2026,09:00 WIB
Reporter : Anis Tiana Pottag
Editor : Ferry Ardi Setiawan

SETIAP tahun, mudik selalu jadi momen yang ditunggu.

Bagi Bulan, itu tentang pulang. Tentang bertemu orang tua, mencium tangan, dan kembali menjadi anak di rumah yang dulu ia tinggalkan. 

Bagi Bintang, mudik adalah kewajiban rutinitas yang harus dijalani, meski sering kali penuh kompromi.

Tahun ini berbeda.


Mini Kidi Wipes.--

“Mas, kita mudik tanggal berapa?” tanya Bulan sambil melihat kalender.

Bintang tidak langsung menjawab. “Aku belum pasti bisa cuti.”

Bulan mengerutkan kening. “Setiap tahun kita selalu pulang. Masa sekarang nggak?”

“Aku lagi banyak kerjaan.”

Percakapan itu terlihat kecil, tapi menjadi awal dari kepanikan yang tidak mereka sadari.

Beberapa hari kemudian, tiket kereta sudah hampir habis. Harga pesawat melonjak. Jalanan diprediksi macet parah. Sementara itu, ibu Bulan mulai menelepon hampir setiap hari.

“Kalian jadi pulang kan?” suaranya penuh harap.

Bulan mulai gelisah. Ia ingin pulang. Tapi ia juga tahu kondisi suaminya sedang tidak stabil.

“Mas, aku sudah janji sama Ibu,” katanya suatu malam.

Bintang menghela napas. “Aku juga punya tanggung jawab kerja.”

Kategori :