Opor
Jika ketupat sebagai simbol permintaan maaf, makan opor ayam melengkapi makna lambang tersebut sebagai saling memaafkan. Dalam tradisi Jawa, kata opor kerap dihubungkan dengan bunyi kata "ngapura" yang berarti memohon maaf.
Secara filosofis, hidangan yang kaya rembah dan santan ini melambangkan semangat "ngapura ing ngapuro" yakni sikap saling memberi dan menerima maaf dengan hati yang tulus.
BACA JUGA:Lebaran 2026 Makin Mencekam, Danur: The Last Chapter Jadi Penutup Epik Franchise Horor Populer
Kuah santan yang kental sendiri memiliki makna harapan akan kemakmuran serta keberkahan di hari kemenangan.
Selain itu, kuah santan yang menyatu dengan berbagai bumbu melambangkan doa agar hubungan silaturrahmi yang sempat renggang bisa rapat kembali.
Gempur Rokok Ilegal.--
Dengan demikian, ketupat dan opor ayam bukan hanya sekadar hidangan makanan biasa tetapi juga menjadi simbol pengingat untuk saling memaafkan serta membuka lembaran baru yang bersih.
BACA JUGA:Mudik hingga Halal Bihalal, Ini 10 Tradisi Lebaran yang Paling Dinanti
Harapannya, perayaan lebaran tidak hanya menghadirkan kebahagiaan melalui makanaan tetapi juga ketenangan dalam hari dengan saling memaafkan. (Mg/Nadiatul Hasanah)