Sering Ngaret, Cuma Kebiasaan atau Sudah Menjadi Budaya?
Kurangnya manajemen waktu sering kali menjadi kebiasaan untuk ngaret.-(sumber foto: pexels)-
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Istilah “ngaret” mungkin sudah tidak asing lagi dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari janji bertemu teman, acara kampus, hingga kegiatan formal lainnya, keterlambatan sering kali dianggap hal yang biasa.
BACA JUGA:Hal Unik Tradisi Pelat Bibir Suku Mursi dan Suri Ketika Tubuh Menjadi Identitas Budaya
Bahkan, dalam beberapa situasi, datang tidak tepat waktu justru terasa seperti “dimaklumi”.

Mini Kidi Wipes.--
Kondisi ini kemudian memunculkan pertanyaan, apakah “ngaret” hanya sekadar kebiasaan individu, atau sudah menjadi bagian dari budaya yang berkembang di masyarakat? Fenomena ini menarik untuk dilihat lebih jauh karena berkaitan dengan pola pikir, kebiasaan, hingga cara seseorang untuk menghargai waktu.
BACA JUGA:Gelar Kirab Budaya, Pemkab Gresik Bagikan Ribuan Bandeng kepada Warga
Perilaku seperti ini bisa terbentuk dari lingkungan sosial. Ketika keterlambatan terus terjadi dan tidak mendapat konsekuensi yang jelas, lama-kelamaan hal tersebut dianggap sebagai hal yang wajar. Dari sinilah kebiasaan individu bisa berkembang menjadi pola kolektif.
BACA JUGA:30 Insan Pariwisata dan Budayawan Gresik Terima Penghargaan dari Pemkab
Di sisi lain, ada juga faktor kebiasaan pribadi yang berperan. Misalnya, kurangnya dalam manajemen waktu, kebiasaan menunda, atau merasa masih mempunyai “toleransi waktu”.
Hal-hal kecil seperti ini, jika dilakukan berulang, bisa membentuk pola perilaku yang sulit diubah.
BACA JUGA:Harmoni Budaya di Momen Imlek dan Ramadan, Wabup Gresik Ajak Siswa Junjung Sikap Toleransi
Menariknya, dalam konteks budaya tertentu, waktu sering dipandang lebih fleksibel dibandingkan budaya lain yang sangat menekankan ketepatan waktu.
Perbedaan cara pandang ini membuat “ngaret” tidak selalu dianggap sebagai pelanggaran serius, melainkan bagian dari dinamika sosial.
BACA JUGA:Kemenbud Tetapkan 5 Warisan Budaya Gresik Sebagai WBTB, Mulai Pasar Bandeng hingga Pencak Macan
Sumber:







