Istri yang Selalu Kurang: Uang yang Tak Pernah Cukup (1)

Sabtu 14-03-2026,09:00 WIB
Reporter : Anis Tiana Pottag
Editor : Ferry Ardi Setiawan

“Ini lagi sale,” kata Bulan suatu kali.

Bintang menghela napas. “Kalau kita beli sesuatu yang tidak kita butuhkan hanya karena murah, itu tetap mahal.”

Bulan tidak suka mendengar kalimat itu.

“Kamu selalu hitung uang terus,” katanya kesal. “Hidup ini bukan cuma kerja dan bayar tagihan.”

Bintang tidak membalas. Ia hanya duduk diam, menatap daftar pengeluaran di ponselnya.

Ia tahu istrinya tidak berniat jahat. Bulan hanya suka merasa hidup mereka terlihat “cukup”. Ia tidak ingin terlihat ketinggalan dari teman-temannya. Ia tidak ingin selalu merasa kurang.

Namun yang tidak ia sadari, setiap pembelian kecil itu perlahan menumpuk menjadi beban besar.

Suatu malam, ketika kartu kredit hampir mencapai batasnya, Bintang berkata dengan suara sangat tenang, “Kita harus bicara serius.”

Bulan menatapnya. “Soal uang lagi?”

“Iya.”

“Kenapa kamu selalu menganggap aku masalah?”

Bintang menatap istrinya lama sebelum menjawab pelan, “Karena aku takut suatu hari kita benar-benar tidak punya apa-apa.”

Bulan tidak menjawab.

Di rumah itu tidak ada pertengkaran besar. Hanya dua orang dengan cara pandang yang sangat berbeda tentang hidup.

Bagi Bulan, uang adalah cara menikmati hidup.

Bagi Bintang, uang adalah cara menjaga masa depan.

Kategori :