Sementara itu, Reno Andriawan menepis anggapan bahwa keputusannya berpindah keyakinan hanya karena faktor asmara. Meski calon istrinya adalah seorang Muslim, Reno mengaku bahwa gejolak pencarian batinnya sudah dimulai jauh sebelum rencana pernikahan itu ada.
BACA JUGA:Perjalanan Iman dan Toleransi Tanjaya, Cahaya Hati di Masjid Muhammad Cheng Hoo Surabaya
“Ayah saya dulu Muslim lalu berpindah ke Katolik, sedangkan saya mengikuti ibu. Sekitar lima tahun terakhir saya sudah jarang ke gereja. Sekarang memang bertemu calon istri yang Muslim, tetapi keputusan ini merupakan hasil proses yang sudah lama saya jalani,” ujarnya.
BACA JUGA:Perjalanan Fransiskus Hermawan Priyono Menjadi Imam Keluarga, Tangis Bahagia di Sajadah Subuh
Kisah ketiganya menjadi catatan manis dalam peringatan Isra Mikraj tahun ini. Di balik megahnya arsitektur Masjid Al-Akbar, peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi siapa saja bahwa perjalanan menemukan keyakinan adalah sebuah rute personal yang penuh liku, namun selalu berujung pada kedamaian bagi mereka yang telah menetapkan hati. (fdn/nov)