Selain pembenahan fisik armada, Fathoni juga menyoroti fasilitas pendukung di tempat pembuangan akhir (TPA) Benowo.
Ia menyarankan agar DLH menyediakan fasilitas pencuci atau penyiram roda untuk setiap truk yang keluar dari area pembuangan.
Hal ini bertujuan agar sisa kotoran dari TPA tidak terbawa ke jalanan kota yang dapat merusak infrastruktur jalan dan menimbulkan bau tidak sedap.
Gempur Rokok Ilegal.--
"Di TPA Benowo itu harus disediakan sarana sterilisasi ban. Jadi, saat keluar, truk sudah dalam kondisi bersih dan tidak mencemari jalanan Surabaya," jelas pria yang juga menjabat Ketua DPD Golkar Surabaya tersebut.
Fathoni berharap video truk sampah tak layak yang sempat viral di media sosial baru-baru ini menjadi kejadian terakhir.
Ia memberikan tenggat waktu bagi DLH untuk melakukan pembersihan dan evaluasi total terhadap seluruh armada angkutan sampah.
"Kami berharap setelah Lebaran nanti tidak ada lagi truk yang tidak layak fungsi digunakan untuk mengangkut sampah dari TPS ke TPA. DLH harus tegas demi kenyamanan warga," pungkasnya. (alf)