Fenomena Jasa Penukaran Uang Baru, Menjemput Rezeki Jelang Lebaran

Kamis 12-03-2026,08:40 WIB
Reporter : Anwar Hidayat
Editor : Muhammad Ridho

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Fenomena jasa penukaran uang baru kembali menghiasi sudut-sudut Kota Surabaya jelang Lebaran. 

Puluhan orang tampak berjajar di pinggir jalan, menawarkan aneka pecahan uang baru kepada para pengendara yang melintas.

Salah satunya berada di Pinggiran Jl. Pahlawan, Surabaya, bermunculan deretan lapak sederhana berupa bangku kecil dan meja kayu.

BACA JUGA:Lapak Penukaran Uang Baru di Jalan Pahlawan Surabaya Ditertibkan Satpol PP


Mini Kidi Wipes.--

Di sanalah, Tasri, wanita berusia 72 tahun mencari rezeki dengan jasa penukaran uang baru menjelang lebaran.

Tasri mengaku sudah melakoni profesi musiman ini selama 15 tahun. Setiap hari, ia mulai mangkal pukul 06.00 hingga 16.00 WIB.


Gempur Rokok Ilegal.--

Ia duduk dengan sabar memajang gepokan uang pecahan Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, hingga Rp20.000 yang masih terbungkus plastik kedap udara.

"Saya jualan mulai satu minggu setelah puasa sampai tiga hari setelah Lebaran nanti," ujar Tasri.

BACA JUGA:Apes Jelang Lebaran: Jasa Penukaran Uang Terkena Gendam, Uang Rp74 Juta Melayang

Meski terlihat menjanjikan, realita di lapangan tidaklah mudah. Tasri menceritakan betapa ketatnya persaingan di jasa penukaran uang baru.

Banyaknya pelaku usaha jasa penukaran uang di sepanjang jalan membuat mereka harus berebut perhatian pengendara yang melintas.

Keuntungan yang didapat pun tergolong tipis. Untuk setiap lembaran uang senilai Rp 100.000 yang terjual, mereka hanya mengambil untung Rp 3.000.

"Saya setiap penukaran hanya mengambil keuntungan Rp 3000, kalau penukaran awal dengan nominal 1 juta, saya harus melebihkan uang Rp 120 Ribu," Jelasnya.

Kategori :