new idulfitri

Datangi Sosialisasi Parkir Digital di Surabaya, Pimpinan Forjustice Dikeroyok Jukir

Datangi Sosialisasi Parkir Digital di Surabaya, Pimpinan Forjustice Dikeroyok Jukir

Purnama, pimpinan gerakan forjustice mendatangi RS Bhayangkara untuk membuat visum--

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Purnama, pimpinan gerakan forjustice menjadi korban pengeroyokan dan pelemparan batu saat mendukung sosialisasi parkir digital yang dilakukan Dishub Kota Surabaya dan kepolisian di Jalan Manyar Kertoarjo V, Surabaya, Selasa 7 April 2026.

Akibatnya, korban menderita luka robek  bagian kepala belakang sebelah kiri dan bengkak. Kasus kekerasan tersebut telah dilaporkan korban ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya di hari yang sama.

BACA JUGA:Kapolsek Tandes Amankan 3 Jukir Liar di Manukan Kulon Surabaya untuk Proses Sidang Tipiring


Mini Kidi Wipes.--

Purnama mengatakan, kejadian bermula saat dirinya mendapatkan kabar dari anggota gerakan forjustice bahwa ada sosialisasi terkait parkir digital di Jalan Manyar Kertoarjo V, Surabaya yang dilakukan Dishub Kota Surabaya dan kepolisian.

"Saya datang ke lokasi bertujuan untuk memberikan dukungan moril kepada Dishub terutama dan kepolisian untuk tetap lanjut saja sosialisasi karena kami sebagai perwakilan warga ada di belakangnya Dishub dan kepolisian," katanya, Rabu 8 April 2026.


Gempur Rokok Ilegal. Laporkan Peredaran Rokok Ilegal ke Kantor Bea Cukai Malang.--

Terlebih, saat itu dia mendapat informasi bahwa  penolakan kelompok massa dari juru parkir semakin banyak. Purnama lalu mendatangi lokasi sebab berada di Karang Menjangan tak jauh dari lokasi.

BACA JUGA:Tolak Digitalisasi, Izin 600 Jukir di Surabaya Dibekukan

Tak lama kemudian, dia berpamitan dengan petugas yang melakukan sosialisasi, dirinya hendak menuju ke mobil. Namun, Purnama mendapat cemoohan dan teriakan dari para jukir yang ada di lokasi.

"Mereka mengumpat dengan kata-kata kasar yang saya konfrontir di lokasi. Makanya sesuai video terlampir saya sempat konfirmasi kalimat mereka maksudnya apa," ucapnya.

Karena ada desakan dari pihak kepolisian segera untuk kembali ke mobil, dia berjalan perlahan. Massa saat itu semakin banyak dan sempat terjadi aksi saling dorong. Massa semakin beringas lalu melempari permana dengan botol plastik hingga batu.

"Pada akhirnya terjadilah seperti yang ada di video dan kronologi singkat yang ada di konten-konten gerakan itu. Luka terbuka terlihat bekas lemparan batu. Kena kepala bagian belakang kiri. Sempat berdarah dan bengkak posisinya," ucapnya.

BACA JUGA:Polsek Tandes Tertibkan Jukir Liar di Kawasan Manukan Tama guna Jamin Kenyamanan Warga

Sumber:

Berita Terkait