Sangat panjang.
Seolah-olah dunia akan runtuh jika satu komentar tidak dibalas.
BACA JUGA:Operasi Lilin dan Dosa Tahunan
Di titik ini kita mulai melihat ironi kecil dalam kebijakan pembatasan usia media sosial.
Anak-anak memang sedang dipagari dari dunia digital. Mereka dianggap belum cukup matang menghadapi keramaian di dalamnya.
BACA JUGA:Sekali Isap, Langsung Narkotika
Sementara di sisi lain, orang dewasa masih bebas keluar masuk.
Dengan segala emosi yang sering kali tidak jauh berbeda dari anak-anak yang sedang berebut mainan.
Tentu saja kebijakan melindungi anak-anak tetap penting. Tidak ada yang ingin generasi muda tumbuh di tengah ruang digital yang penuh kebisingan.
BACA JUGA:Ketika Banjir Mencari Bupati
Namun mungkin ada satu hal lain yang juga layak dipikirkan.
Bukan hanya bagaimana membatasi anak-anak dari media sosial.
BACA JUGA:Drama Tumbler Berbuah Surga
Tetapi juga bagaimana membuat orang dewasa lebih dewasa ketika berada di dalamnya.
Karena internet pada akhirnya bukan sekadar soal teknologi. Ia adalah cermin perilaku penggunanya.
Jika penggunanya tenang, ruang digital akan terasa lebih sehat.