Guna memperkuat ekosistem zakat agar tidak sekadar menjadi pilihan alternatif dalam mendukung kesejahteraan, Prof Tika memandang perlu adanya perbaikan menyeluruh pada berbagai aspek strategis. Di sinilah peran Generasi Z menjadi sangat krusial.
BACA JUGA:195 Delegasi PTN-BH Bahas RUU Sistem Pendidikan Nasional di Sidang Paripurna Unair
Dengan kemampuan literasi digital dan kesadaran teknologi yang tinggi, Prof Tika menilai Gen Z memiliki potensi besar untuk mengkaji dan mengevaluasi tata kelola zakat secara kritis melalui platform yang tersedia. Mereka diharapkan mampu menjadi motor penggerak perubahan cara pandang masyarakat terhadap zakat.
“Harapannya, Gen Z bisa menjadi sosok yang mampu mengubah paradigma masyarakat di masa kini, dengan mempersuasi bahwa zakat tidak lagi dipandang sebagai kewajiban yang ditunaikan di akhir masa, melainkan sebuah gaya hidup yang diutamakan sejak awal,” pungkasnya. (bin)