Banjir rob yang beberapa kali merendam kawasan pesisir utara Surabaya sempat mengganggu aktivitas warga dan arus lalu lintas menuju wilayah industri di sekitar pelabuhan.
Genangan air laut yang melimpas ke daratan itu memang kerap surut dalam hitungan jam.
Namun peristiwa yang berulang di kawasan seperti Osowilangun seharusnya tidak dipandang sekadar gangguan sesaat.
Mini Kidi Wipes.--
Namun ini merupakan peringatan dini bahwa kota besar di pesisir tidak kebal terhadap ancaman perubahan iklim dan kenaikan muka laut.
Sebagai kota metropolitan di Jawa Timur, Surabaya berkembang pesat dalam beberapa dekade terakhir.
Kawasan industri, pergudangan, pelabuhan, hingga permukiman terus meluas ke wilayah pesisir utara.
BACA JUGA:UMKM Jatim di Era Digital, Tanpa Pendampingan akan Tertinggal
Pertumbuhan ekonomi yang cepat memang membawa banyak manfaat, mulai dari peningkatan investasi hingga pembukaan lapangan kerja.
Namun di sisi lain, ekspansi kota ke wilayah pesisir juga meningkatkan kerentanan terhadap risiko lingkungan.
Surabaya pada dasarnya berdiri di dataran rendah yang dekat dengan laut.
BACA JUGA:Ramadan dan Tawuran
Karakter geografis seperti ini membuat kawasan pesisirnya relatif rentan terhadap pasang laut tinggi.
Ketika pasang datang bersamaan dengan hujan atau sistem drainase yang tidak optimal, air laut dengan mudah meluap ke daratan, peristiwa inilah yang dikenal sebagai banjir rob.
Gempur Rokok Ilegal.--