Kapolsek Simokerto Angkat Bicara Soal Kebakaran Ruko Sidoyoso
Petugas DPKP berupaya memadamkan kobaran api pada kebakaran ruko di Sidoyoso.--
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID – Polsek Simokerto masih melakukan penyelidikan terkait kebakaran rumah toko (ruko) dua lantai di Jalan Sidoyoso IV/51, Simokerto, Surabaya, yang mengakibatkan seorang perempuan lanjut usia meninggal dunia, Minggu 31 Mei 2026.
Dalam insiden tersebut, korban ditemukan meninggal dunia setelah terjebak kobaran api di lantai dua bangunan.
Kapolsek Simokerto, Kompol Zainur Rofik, menegaskan bahwa pihaknya belum dapat memastikan penyebab utama kebakaran.
BACA JUGA:Kebakaran Hebat di Sidoyoso, Ruko Ludes Terbakar, Satu Orang Tewas

Mini Kidi Wipes.--
Menurutnya, penyelidikan penyebab kebakaran sepenuhnya diserahkan kepada tim ahli dari Laboratorium Forensik (Labfor).
"Untuk penyebab pasti kebakaran, kita menunggu dari Labfor yang berhak bicara terkait hal tersebut adalah Labfor sebagai saksi ahli. Kita tidak berani menduga-duga atau menyimpulkan sebelum ada olah TKP yang jelas dari tim ahli," tegas Kompol Zainur Rofik.
Lebih lanjut, Kompol Zainur Rofik menjelaskan kronologi penemuan korban berdasarkan hasil identifikasi di lokasi kejadian.
Menurut keterangan saksi, api diketahui sudah membakar lantai dua bangunan saat pertama kali terlihat.
"Keterangan dari saksi, tahu-tahu lantai dua sudah terbakar. Korban yang berada di kamar atas diduga berusaha lari keluar, namun karena kondisinya tidak kuat, korban akhirnya ditemukan tewas tepat di depan pintu kamar mandi," ungkapnya.
BACA JUGA:Kronologi Kebakaran Hebat di Sidoyoso, Dua Kali Ledakan Terdengar, Oma Meregang Nyawa

Gempur Rokok Illegal--
Kompol Zainur Rofik juga mengungkapkan bahwa saat kejadian terdapat tiga orang yang berada di kompleks bangunan tersebut.
Mereka adalah korban, suami korban, dan anaknya. Namun, suami dan anak korban berhasil menyelamatkan diri karena berada di lokasi yang berbeda dari korban.
"Di rumah itu ada tiga orang, korban, suami, dan anaknya. Mereka memang terpisah. Suami dan anaknya tidak di satu tempat dengan korban. Menurut keterangan keluarga, korban tidur terpisah di ruko karena tidak kuat jika harus tidur di ruangan yang menggunakan AC," pungkasnya. (yat)
Sumber:








