Kota Besar Pun Rentan Tenggelam

Sabtu 07-03-2026,10:42 WIB
Reporter : Aris Setyoadji
Editor : Aris Setyoadji

Sayangnya, rob sering kali dipandang sebagai fenomena alam yang wajar. 

Banyak orang menganggap genangan air laut sebagai masalah kecil karena airnya cepat surut. 

Pandangan seperti ini membuat ancaman rob kurang mendapat perhatian serius dalam perencanaan kota. 

BACA JUGA:Sampah Pantai dan Teguran Keras Presiden

Padahal, di banyak kota pesisir dunia, rob merupakan salah satu indikator awal dari masalah lingkungan yang lebih besar.

Ada beberapa faktor yang membuat rob semakin sering terjadi di kota pesisir. Faktor pertama adalah kenaikan muka laut akibat perubahan iklim global. 

Pemanasan bumi menyebabkan mencairnya es di kutub serta pemuaian air laut. 

BACA JUGA:Parkir, Premanisme, dan Wajah Negara di Ruang Publik

Dampaknya, permukaan laut secara perlahan meningkat dari tahun ke tahun. 

Meski kenaikannya tampak kecil, dalam jangka panjang efeknya sangat signifikan bagi wilayah pesisir.

Faktor kedua adalah penurunan muka tanah atau land subsidence. 

Banyak kota besar di Indonesia mengalami fenomena ini akibat pengambilan air tanah berlebihan dan beban pembangunan yang semakin berat. 

BACA JUGA:Desa Dipaksa Kreatif atau Bertahan?

Ketika permukaan tanah turun sementara muka laut naik, jarak antara keduanya semakin kecil, akibatnya air laut lebih mudah masuk ke daratan.

Faktor ketiga berkaitan dengan perubahan ekosistem pesisir. 

Kawasan mangrove yang dulu berfungsi sebagai benteng alami semakin berkurang karena alih fungsi lahan. 

Kategori :