"Ini saya bareng adiknya, terus keponakannya, ya harapannya biar tobat mas," harapnya.
BACA JUGA:Petugas Lapas Tulungagung Gagalkan Penyelundupan Handphone Lewat Kunjungan WBP
Kasi Bimbingan Narapidana, Anak Didik dan Kegiatan Kerja (Binadik Giatja) Lapas Kelas IIB Tulungagung, Rizzal Arbi Fanani, mengatakan kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan emosional antara warga binaan dan keluarganya.
“Kegiatan buka bersama bertujuan untuk menjalin silaturahmi dan memberikan dukungan emosional antara keluarga dengan warga binaan,” ujarnya.
Setiap keluarga diberi kesempatan membawa makanan kesukaan untuk berbuka bersama. Namun, seluruh makanan dan minuman yang dibawa tetap harus melalui pemeriksaan ketat petugas.
“Sebelum masuk ke dalam Lapas, petugas melakukan pemeriksaan dan penggeledahan barang maupun badan. Tujuannya untuk mitigasi risiko agar tidak ada barang terlarang masuk,” terangnya.
BACA JUGA:Pelemparan Handphone ke Lapas Tulungagung Digagalkan, Petugas Perketat Pengamanan
Dalam kegiatan tersebut, setiap warga binaan diperbolehkan mengundang maksimal empat anggota keluarga. Tercatat sebanyak 110 keluarga hadir, sementara 70 warga binaan mengikuti buka bersama sore itu.
“Kami tidak membatasi siapa saja warga binaan yang ikut buka bersama. Hari ini ada 70 warga binaan yang berbuka bersama keluarga,” jelas Rizzal.
Program buka bersama ini bukan kali pertama digelar. Lapas Kelas IIB Tulungagung telah menjadikannya sebagai agenda tahunan setiap Ramadan. Khusus Ramadan 2026, kegiatan serupa direncanakan berlangsung dua kali.
“Kegiatan buka bersama keluarga dengan warga binaan ini diharapkan bisa menjadi momen indah dalam bulan Ramadan,” pungkasnya.
BACA JUGA:Tim Verifikasi Lapangan Kunjungi Lapas Tulungagung dalam Rangka Menuju WBK Tahun 2025
Di balik jeruji sore itu waktu terasa singkat. Ketika azan magrib berkumandang dan doa dipanjatkan, ada harapan yang ikut terbang bersama langit senja. Rindu mungkin belum sepenuhnya terbayar. Tetapi pelukan singkat cukup menjadi penguat bagi mereka yang sedang menjalani masa pembinaan, sekaligus pengingat bahwa di luar sana, keluarga tetap setia menunggu, dan kebersamaan dengan keluarga adalah sangat berarti.(fir/fai)