idulfitri 1447 h new

Rentetan Ledakan Petasan Warnai Ramadan hingga Jelang Lebaran, Bakesbangpol Jatim Minta Warga Waspada

Rentetan Ledakan Petasan Warnai Ramadan hingga Jelang Lebaran, Bakesbangpol Jatim Minta Warga Waspada

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jatim, Eddy Supriyanto, mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap petasan. --

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Fenomena ledakan petasan kembali menghantui masyarakat di Jawa Timur sepanjang Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Dalam beberapa bulan terakhir, sedikitnya 10 insiden tercatat, dengan mayoritas terjadi saat bulan puasa.

BACA JUGA:Polres Pasuruan Imbau Warga Tak Nyalakan Kembang Api, Hindari Euforia Berlebihan saat Rayakan Tahun Baru


Mini Kidi Wipes.--

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Jatim, Eddy Supriyanto, mengungkapkan keprihatinannya atas tren yang terus berulang setiap tahun, terutama di momen Ramadan yang seharusnya identik dengan suasana aman dan khusyuk.

“Data yang kami himpun, dari Januari sampai sekarang ada 10 kejadian. Dan delapan di antaranya terjadi saat Ramadan. Ini tentu menjadi perhatian serius bagi kami,” ujarnya, Jumat, 20 Maret 2026.

BACA JUGA:Surabaya Perketat Penyekatan Malam Tahun Baru, Larang Knalpot Brong dan Pesta Kembang Api


Gempur Rokok Ilegal.--

Sejumlah daerah seperti Kediri, Situbondo, dan Ponorogo menjadi lokasi dengan kasus terbanyak. Bahkan di Ponorogo, dua orang dilaporkan meninggal dunia akibat ledakan petasan. “Di Ponorogo ada korban meninggal dunia. Ini yang sangat kami sesalkan, karena sebenarnya bisa dicegah,” tambahnya.

Menariknya, sebagian besar ledakan bukan terjadi saat petasan dinyalakan, melainkan saat proses peracikan. Minimnya pemahaman masyarakat terhadap sifat bubuk petasan disebut sebagai penyebab utama.

“Bubuk petasan itu sangat sensitif. Sedikit saja ada tekanan atau gesekan, bisa langsung memicu ledakan,” jelas Eddy.

BACA JUGA:Malam Tahun Baru Tak Ada Kembang Api di Sarangan Magetan

Ia juga menyoroti kebiasaan berbahaya warga yang membuka paksa kemasan bubuk petasan, yang justru memicu gesekan dan tekanan berlebih hingga berujung ledakan.

Meski tradisi petasan kerap melekat saat Ramadan dan menjelang Lebaran, pemerintah menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama. Dari hasil sementara, insiden yang terjadi murni disebabkan kesalahan teknis, bukan unsur kesengajaan atau sabotase.

Mengantisipasi kejadian serupa jelang Idulfitri, Bakesbangpol Jatim bersama aparat kepolisian mulai memperketat pengawasan. Edukasi kepada masyarakat juga terus digencarkan, baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Sumber: