Pisang tertulis dalam Kitab Pengobatan Islam sebagai buah yang bernilai gizi tinggi, mudah dicerna, bertekstur lunak. Para ahli Islam klasik pada zamannya melukiskannya sebagai buah yang menyehatkan, ramah saluran cerna, dan bermanfaat untuk mengatasi rasa lemas.
BACA JUGA:Cara Tepat Pilih Suplemen
Pandangan tradisional itu sampai sekarang mendapat dukungan keilmuan modern, terutama manfaatnya sebagai sumber energi, dan secara umum menyehatkan.
BACA JUGA:Manisnya Madu Asli
Sifatnya yang “handy” membuat pisang mudah dibawa kemana saja dan kapan saja. Bahkan orang menjulukinya sebagai camilan alamiah yang sempurna. Cukup mengupasnya dengan cara mudah dan kita bisa segera mengatasi rasa lapar.
BACA JUGA:Lanjut Usia Boleh Berpuasa?
Sebuah pisang berukuran sedang lebih kurang 20 cm, mengandung 105 kalori, dengan kandungan protein, karbohidrat, gula alamiah, lemak, serat, vitamin C, vitamin B6, mineral kalium dan magnesium. Tergantung kualitas, kandungan vitamin dan mineral itu hampir mendekati nilai kebutuhan harian orang.
BACA JUGA:Sup Lentil Ramah Pencernaan
Kandungan protein cukup tinggi sehingga mudah bagi kita memenuhi jumlah yang diperlukan untuk pembentukan sel tubuh. Karbohidrat alamiah dan lemak adalah sumber pembangun energi.
BACA JUGA:Menjaga Kesehatan Mulut dengan Siwak
Apa saja arti nutrisi pisang bagi kesehatan selagi berpuasa? Penyedia energi, penjaga kesehatan jantung, otak, dan saluran cerna. Pisang dikenal kemampuannya dalam mengembalikan energi yang terkuras saat beraktivitas, yaitu berkat kandungan gula di dalamnya.
BACA JUGA:STMJ dan Energi Puasa
Untuk kesehatan jantung, kalium berperan mengendalikan tekanan darah dengan cara membuat pembuluh darah rileks, dan meningkatkan pengeluaran elektrolit natrium lewat urin. Keadaan ini membantu menurunkan hambatan yang menyebabkan tekanan darah tinggi.
BACA JUGA:Kurma Stabilkan Energi
Vitamin B6 dari alam adalah zat gizi yang sangat penting untuk mendapatkan fungsi otak yang optimal. Kekurangan vitamin ini berkaitan erat dengan gangguan fungsi mengingat, belajar, dan suasana hati. Pada orang berusia lanjut, kekurangan vitamin B6 erat kaitannya dengan makin cepat terjadinya kepikunan.