Apakah mahasiswa yang tak siap ditolak?
Apakah mahasiswi yang menikmati perhatian tanpa batas tegas?
BACA JUGA:Sekali Isap, Langsung Narkotika
Apakah budaya TTM yang mengajarkan kedekatan tanpa tanggung jawab?
Atau kita semua, yang membiarkan generasi tumbuh dengan emosi yang cepat panas dan logika yang cepat mati?
Kapak tidak pernah menyelesaikan status hubungan.
BACA JUGA:Ketika Banjir Mencari Bupati
Parang tidak pernah mengubah “teman” menjadi “milikku”.
Sidang sempro mestinya tentang proposal penelitian.
Bukan tentang proposal pembunuhan.
BACA JUGA:Drama Tumbler Berbuah Surga
Cinta memang buta.
Tapi yang lebih berbahaya adalah ego yang merasa berhak.
BACA JUGA:Barcode untuk Polisi Nakal
Dan ketika ego merasa berhak, kampus pun bisa berubah:
dari tempat mencari gelar, menjadi tempat mencari pasal.