Awas! Kawasan Elit Surabaya Dikepung Pengemis

Selasa 03-03-2026,10:26 WIB
Reporter : Wendy Setiawan
Editor : Muhammad Ridho

SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Fenomena ledakan pengemis di Kota Pahlawan ketika Ramadan hingga menjelang Hari Raya belum mulai nampak masif. Biasanya, momen ini dijadikan peruntungan bagi mereka.


Mini Kidi Wipes.--

Berbagai modus mereka gunakan, seperti mengamen menggunakan gitar dan bernyanyi, berpakaian layaknya badut, manusia silver, menggendong anak kecil di lampu merah atau taman, hingga hanya sekadar duduk menunggu uang. Apapun caranya, mereka cuma menunggu rasa iba dari pemberi.

Beberapa wilayah nampak dijadikan lokasi mereka mangkal. Seperti di kawasan elit Citraland, dekat Masjid Baitur Razaq Citra Raya. Di sana biasanya banyak emak-emak hingga Lansia duduk berjejer di trotoar. Mereka biasanya berkumpul mulai sore menjelang buka.

BACA JUGA:Data Gepeng di Liponsos Keputih Stabil, Mayoritas Berasal dari Luar Surabaya


Gempur Rokok Illegal--

Hal serupa juga terjadi di Jalan Bukit Darmo Boulevard, dekat Halte Unesa. Sementara di Jalan Jetis Seraten, Gayungan, juga nampak abang becak biasanya berkumpul di lokasi tersebut mulai sore. Hal yang sangat kontras bila dibandingkan dengan momen diluar Ramadan.

Penelusuran Memorandum, pengemis saat ini tidak banyak menyasar atau mangkal di tempat ibadah. Seperti di Kompleks Religi Sunan Ampel. Di sana terpantau nyaris tidak ada pengemis. Apalagi, di sepanjang jalan menuju area makam terpampang spanduk bertuliskan 'Kawasan Bebas Pengamen & Pengemis' dari Satpol PP Surabaya.

"Gak ada, Mas. Kalau malam juga gak ada kalau puasa gini. Sebelum puasa hari biasa, banyak. Iya sampek masuk sini (dalam Ampel), mulai dari Gang Rahmat sudah banyak," ujar Nurul (31), pedagang busana muslim di Ampel, Senin, 2 Maret 2026.

BACA JUGA:Antisipasi Gepeng Dadakan Jelang Lebaran, Satpol PP Kota Surabaya Pertebal Penjagaan dan Patroli

Spanduk itu terbilang baru dipasang lewat perangkat kampung. Meski begitu, masih ada segelintir pengamen atau pengemis yang nekat masuk. Fenomena menurunnya pengemis di sana baru terjadi di Ramadan tahun ini.

"Spanduk itu baru. Cuma kadang ya ada yang bandel. Gak banyak sih yang bandel. Tahun kemarin masih ada. Baru tahun ini gak ada. Tapi gak tau lagi kalau mendekati lebaran besok," lanjutnya.

Sementara di taman yang biasanya juga titik favorit pengamen atau pengemis, karena jadi tempat berkumpulnya massa juga terlihat sama. Di Taman Bungkul contohnya. Hanya ada satu pengemis tua yang stand by di depan pintu masuk Makam Mbah Bungkul.

BACA JUGA:Kinerja Satpol PP Jombang Disorot, Gepeng Masih Marak di Perempatan Jalan

Pengemis tua itu bernama Paiti. Perempuan berusia 90 tahunan itu merupakan warga Jombang. Saban hari dia stand by di sana. Menunggu belas kasihan dan rasa iba orang mengeluarkan uang koin atau kertas untuk dirinya. Di sini dia tidak punya tempat tinggal tetap. Namun ia tidur di kawasan Darmo Kali.

Kategori :