Modus Iklan Terselubung, Jadi Pintu Masuk Jerat Anak hingga Remaja ke Judol
Ketua Relawan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) Jawa Timur, Dr. Muhajir Sulthonul Aziz, S.Kom., M.I.Kom., soroti fenomena judol yang mulai menjerat anak dan remaja. --
SURABAYA, MEMORANDUM.DISWAY.ID - Fenomena judi online (judol) yang mulai menyerang anak-anak dan remaja di Jawa Timur, khususnya di Surabaya, menjadi perhatian serius berbagai pihak. Bahkan, sejumlah anak dan remaja dengan indikasi kecanduan judi online ada yang menjalani penanganan di RS Menur.
Ketua Relawan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) Jawa Timur, Dr. Muhajir Sulthonul Aziz, S.Kom., M.I.Kom., menilai judi online memiliki sifat adiktif yang sangat berbahaya bagi anak usia muda.
"Fenomena judi online yang menyerang anak-anak dan remaja di Jawa Timur ini harus kita sikapi dengan serius. Karena judi online ini mengandung sifat addiction atau kecanduan," ujar Muhajir.
BACA JUGA:Kasus Judol Pelajar di Jatim Jadi Alarm Serius, Kominfo Jatim Perkuat Literasi Digital

Mini Kidi Wipes.--
Menurutnya, banyak anak awalnya hanya coba-coba tanpa memahami dampak psikologis maupun kerugian material yang bisa ditimbulkan. Rasa penasaran dan tantangan pada usia muda membuat mereka mudah terjebak dalam lingkaran kecanduan.
"Misalnya ketika kalah, lalu sekali menang, mereka akan mencoba lagi. Anak muda itu punya rasa tertantang yang tinggi," ucap pria yang baru saja menyabet gelar doktor di Universitas Airlangga (UNAIR) itu.
Ia menjelaskan, paparan judi online kini semakin masif karena menyusup melalui berbagai platform digital yang akrab dengan kehidupan anak dan remaja. Mulai dari game gratis, situs streaming ilegal, hingga iklan di media sosial.
"Konten judi online ini terselubung melalui kanal-kanal yang sangat diminati anak-anak, seperti game gratisan atau situs nonton film ilegal. Awalnya mungkin tidak tertarik, tapi karena muncul terus-menerus akhirnya timbul rasa ingin mencoba," jelas Muhajir.
BACA JUGA:200 Ribu Anak Kecanduan, Kemendikdasmen Siapkan Materi Anti Judol di MPLS

Gempur Rokok Illegal--
Ia menyebut sistem promosi judi online juga sangat agresif. Meski satu situs diblokir, situs baru akan terus bermunculan. "Yang mengerikan, situs judol ini punya sistem mati satu tumbuh seribu," alumnus S1 Teknik Informatika UPN Veteran Jatim tersebut.
Meski demikian, ia menilai persoalan utama bukan pada rendahnya kemampuan digital anak-anak saat ini. Justru generasi muda dinilai sangat mahir menggunakan teknologi karena lahir sebagai digital native.
"Gen Z sekarang tingkat literasi penggunaan dunia mayanya lebih tinggi dibanding generasi sebelumnya. Mereka sejak kecil sudah memegang HP dan sangat cepat beradaptasi," ujarnya.
Sumber:







